55tv.co.id – Mata uang Garuda kembali menunjukkan pelemahan signifikan. Pada penutupan perdagangan Selasa 30 Juni 2026 nilai tukar rupiah terperosok 56 poin atau sekitar 031 persen. Kini satu dolar AS setara dengan Rp17907. Pelemahan ini tak lepas dari sentimen eksternal khususnya sorotan pasar terhadap potensi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Doha.

Related Post
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti dinamika geopolitik yang memanas. Menurutnya pasar global tengah mencermati hasil dari potensi dialog AS-Iran di tengah serangkaian serangan rudal dari kedua belah pihak yang menguji kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.

Ibrahim dalam risetnya menjelaskan bahwa para ahli Iran dan Oman dijadwalkan memulai pembahasan ulang rute transit vital di Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi kepada televisi pemerintah pada Senin menyatakan negaranya akan berupaya mencegah kapal-kapal melintasi jalur yang tidak semestinya.
Namun pernyataan Gharibabadi langsung dibantah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan tidak akan ada pertemuan negosiasi tingkat tinggi dengan pihak Amerika dalam waktu dekat. Presiden AS Donald Trump sendiri menanggapi situasi ini dengan santai di Ruang Oval mengatakan pertemuan di Doha bisa jadi penting bisa juga tidak.
Situasi serba tidak pasti ini semakin menyoroti betapa rapuhnya kesepakatan yang dicapai pada 17 Juni lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan menghentikan pertempuran yang telah mengganggu pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz. Konflik ini juga menjadi tantangan politik serius bagi Presiden Trump menjelang pemilihan kongres November mendatang. Sementara itu Israel memilih untuk tidak bergabung dalam pembicaraan damai AS-Iran dan menjaga jarak dari kesepakatan tersebut.








Tinggalkan komentar