Terkuak Bahaya Nyata Kru Pertamina di Hormuz

Terkuak Bahaya Nyata Kru Pertamina di Hormuz

55tv.co.id – Dua kapal raksasa milik Pertamina VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro akhirnya kembali ke perairan Tanah Air setelah menuntaskan misi pelayaran penuh ketegangan di salah satu jalur maritim paling krusial dunia Selat Hormuz. Bukan badai atau gelombang tinggi yang menjadi musuh utama para pelaut melainkan ancaman konflik geopolitik yang membayangi setiap jengkal perjalanan.

COLLABMEDIANET

Kapal Pertamina Pride yang sukses menembus Selat Hormuz pada 8 Juli lalu kini telah merapat dengan aman di perairan Cilacap sejak 24 Juli. Sementara itu kapal Gamsunoro lebih dulu menyelesaikan pelayaran berbahaya ini pada 25 Juni silam. Kedua kapal ini membawa cerita mencekam dari kawasan Teluk Arab yang berbulan-bulan menjadi saksi bisu gejolak politik.

Terkuak Bahaya Nyata Kru Pertamina di Hormuz
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Para awak kapal yang terbiasa menghadapi ganasnya lautan dengan ombak besar dan cuaca ekstrem kali ini dihadapkan pada tantangan yang jauh berbeda. Setiap keputusan navigasi menjadi pertaruhan nyawa di tengah situasi perang yang bisa meletup kapan saja.

Daryl Josua Makaminang Third Officer Kapal Gamsunoro berbagi pengalamannya. Ia mengakui bahwa suasana konflik bersenjata di wilayah tersebut sempat memicu kecemasan mendalam di kalangan seluruh kru. Kapal Gamsunoro bahkan harus melintasi jalur selatan Selat Hormuz di bawah pengawalan ketat Angkatan Laut Amerika Serikat US Navy.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Hanya sehari setelah Gamsunoro berhasil melewati selat tersebut sebuah insiden penyerangan terhadap kapal lain terjadi di kawasan yang sama. "Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat" ungkap Daryl pada Kamis 6 Agustus 2026. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa di balik kesuksesan pelayaran ada perjuangan dan keberanian luar biasa para pelaut Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar