55 NEWS – Ancaman serius terhadap kelancaran distribusi logistik dan mobilitas penumpang di jalur kereta api (KA) Jawa Tengah berhasil diantisipasi. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dengan sigap menyiagakan lokomotif CC300, sebuah ‘kereta penolong’ khusus, guna menghadapi potensi gangguan operasional akibat banjir yang merendam sejumlah titik vital di Pekalongan. Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga stabilitas pergerakan barang dan orang, yang merupakan urat nadi perekonomian regional dan nasional.

Related Post
Genangan air dilaporkan sempat melumpuhkan sebagian kecil arteri perkeretaapian pada petak antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, khususnya di segmen kilometer 88 hingga kilometer 89. Meskipun pantauan terkini menunjukkan surutnya debit air, DJKA tidak mengendurkan kewaspadaan. Pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam tetap diberlakukan, sebuah langkah preventif krusial untuk menjamin keselamatan perjalanan dan meminimalkan risiko kerugian ekonomi akibat insiden. Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, menegaskan komitmen pihaknya dalam penanganan serius terhadap dampak cuaca ekstrem ini. "Kami akan terus memastikan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir, khususnya pada petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi," ujar Allan, Senin, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Lebih dari sekadar menyiagakan ‘pahlawan baja’ berupa lokomotif penolong, DJKA juga mengerahkan tim khusus ke lokasi terdampak. Mereka bertugas melakukan mitigasi risiko, pemantauan intensif, serta evaluasi komprehensif terhadap kondisi lintasan. Koordinasi erat pun dijalin bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemerintah daerah setempat. Sinergi ini bertujuan mempercepat pemulihan operasional, memastikan roda ekonomi yang bergantung pada transportasi rel dapat berputar kembali tanpa hambatan signifikan. Allan Tandiono menekankan bahwa langkah-langkah proaktif ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas transportasi perkeretaapian, yang merupakan tulang punggung logistik nasional. Ia juga mengingatkan seluruh petugas di lapangan untuk senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian demi keselamatan bersama.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar