55 NEWS – Sebuah insiden kebakaran dahsyat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu malam lalu. Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran publik, terutama terkait stabilitas pasokan dan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah tersebut. Namun, Pertamina Patra Niaga dengan sigap memberikan jaminan bahwa pasokan energi vital bagi rumah tangga dan industri kecil di Bekasi tidak akan terganggu.

Related Post
"Kami tegaskan, meskipun terjadi insiden yang memprihatinkan ini, pasokan LPG bagi masyarakat tidak akan terganggu, khususnya untuk wilayah yang selama ini dilayani oleh SPBE tersebut," ujar Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, dalam keterangannya kepada 55tv.co.id pada Kamis (2/4/2026). Pernyataan ini diharapkan mampu meredakan spekulasi pasar dan kekhawatiran konsumen.

Susanto merinci bahwa SPBE yang beroperasi di bawah pengelolaan swasta ini memiliki peran krusial dalam distribusi LPG, melayani setidaknya tiga wilayah di Kabupaten Bekasi. Ia menambahkan, SPBE berfungsi sebagai titik vital dalam rantai pasok LPG, tempat di mana LPG curah diisi ke dalam tangki mobil-mobil agen, sebelum kemudian didistribusikan lebih lanjut ke pangkalan-pangkalan di berbagai pelosok. "Ini adalah jantung distribusi, memastikan LPG sampai ke tangan konsumen melalui jaringan agen dan pangkalan," jelasnya, menyoroti pentingnya fungsi SPBE dalam menjaga ketersediaan energi.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden yang terjadi. "Kami memohon maaf atas kejadian yang berlangsung pada Rabu malam, sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB," kata Susanto. Mengenai penyebab pasti kebakaran, Susanto menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan detail. Investigasi menyeluruh akan segera dilakukan setelah lokasi kejadian dinyatakan aman, melibatkan aparat berwenang, tim Pertamina, dan tim SPBE. Pengumpulan keterangan dari saksi mata, termasuk warga sekitar, menjadi prioritas utama untuk mengungkap akar permasalahan.
Komitmen Pertamina tidak hanya berhenti pada investigasi. Perusahaan juga menyatakan kesiapan untuk menanggung seluruh biaya penanganan medis bagi korban yang mungkin terdampak, serta kerusakan pada rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian. "Tim surveilans dari Pertamina bersama SPBE akan secara aktif menelusuri dan mengidentifikasi siapa saja yang menjadi korban atau terdampak, memastikan mereka mendapatkan penanganan yang layak," pungkas Susanto, menekankan aspek tanggung jawab sosial perusahaan dalam menghadapi musibah ini.
Insiden ini, meskipun menimbulkan kerugian material dan kekhawatiran sesaat, berhasil direspons cepat oleh Pertamina Patra Niaga untuk menjaga stabilitas pasokan LPG. Langkah-langkah mitigasi dan jaminan pasokan yang diberikan diharapkan dapat mencegah gejolak harga dan kepanikan di pasar, menjaga roda ekonomi lokal tetap berputar tanpa hambatan berarti.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar