55 NEWS – Pasar kripto kembali bergejolak, memicu likuidasi dahsyat senilai lebih dari USD1,13 miliar atau setara Rp19 triliun dalam 24 jam terakhir. Gelombang likuidasi ini didominasi oleh posisi long, memaksa para investor yang sebelumnya optimis untuk menutup posisi mereka akibat penurunan harga yang signifikan.

Related Post
Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa likuidasi posisi long mencapai USD1,01 miliar, dengan Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) menjadi yang paling terpukul, masing-masing mencatatkan likuidasi sebesar USD365 juta dan USD262 juta. Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan sebesar 2% dalam sehari terakhir, sempat menyentuh level di bawah USD109.400, sementara Ethereum (ETH) melemah ke level USD3.900.

Tidak hanya BTC dan ETH, aset kripto lainnya pun turut merasakan dampak koreksi pasar. Dogecoin (DOGE) anjlok lebih dari 4%, XRP melemah 4%, dan Solana (SOL) merosot 5%, menyebabkan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan menyusut hampir 3% menjadi USD3,7 triliun.
Menanggapi situasi ini, VP Indodax, Antony Kusuma, memberikan pandangannya. "Volatilitas yang tinggi saat ini memang menjadi tantangan, namun investor dapat memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan akumulasi strategis, terutama bagi mereka yang berorientasi pada investasi kripto jangka panjang," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Antony menekankan bahwa likuidasi besar-besaran ini bukan hanya sekadar risiko, tetapi juga membuka peluang untuk membeli aset kripto di level harga yang lebih rendah. "Data on-chain menunjukkan bahwa cadangan BTC di bursa telah menyusut ke level terendah tahun ini, yaitu 2,4 juta BTC. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor jangka panjang terhadap Bitcoin tetap kuat," tambahnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar