55 NEWS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah proaktif dan strategis dalam menghadapi potensi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan melanda pada periode 2026-2027. Antisipasi dini ini difokuskan pada penguatan infrastruktur vital untuk menjaga ketersediaan air, khususnya bagi sektor pertanian yang rentan terhadap kekeringan ekstrem. Strategi utama yang digulirkan adalah intensifikasi pembangunan sumur bor dalam dan penguatan jaringan irigasi tersier di berbagai wilayah.

Related Post
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa penambahan sumur bor dalam merupakan solusi krusial untuk menjamin pasokan air bagi lahan pertanian saat musim kemarau panjang. Menurut Dody, sumber air tanah yang dieksplorasi melalui pengeboran ini akan menjadi penopang utama agar suplai air untuk irigasi tetap stabil, bahkan ketika curah hujan menurun drastis.

"Dalam menghadapi El Nino mendatang, kami mengintensifkan pembangunan sumur bor dalam. Tujuannya agar, meskipun terjadi kekeringan di permukaan, pasokan air dari dalam tanah tidak terhenti atau menghilang akibat kemarau ekstrem. Air tanah yang kita bor ini akan secara khusus dialokasikan untuk kebutuhan irigasi," jelas Dody pada Sabtu, 20 Juni 2026, seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Selain fokus pada penambahan sumur bor dalam, Dody juga menekankan pentingnya penguatan dan perluasan jaringan irigasi tersier. Langkah ini bertujuan untuk memastikan distribusi air dari sumbernya dapat menjangkau seluruh area pertanian secara efektif, hingga ke petak sawah yang paling terpencil sekalipun. Efisiensi distribusi air menjadi kunci agar setiap tetes air termanfaatkan secara maksimal, mendukung produktivitas pertanian nasional.
"Saya meminta agar pembangunan irigasi tersier diperkuat. Ini penting agar air yang mengalir dari sumber, termasuk dari sumur bor dalam, dapat mencapai sawah-sawah terjauh dan sistem irigasi menjadi lebih efektif. Selama ini, terkadang air hanya dialirkan begitu saja tanpa distribusi optimal. Saya mengkritisi rekan-rekan di bidang sumber daya air; jangan hanya membuat saluran dan mengalirkan air begitu saja. Kita harus berpikir jangka panjang, kasihan anak cucu kita jika mereka tidak mendapatkan air yang cukup," tegas Dody, menyoroti pentingnya perencanaan irigasi yang berkelanjutan.
Langkah-langkah mitigasi ini bukan sekadar respons teknis, melainkan investasi strategis pemerintah dalam menjaga resiliensi pangan nasional dan stabilitas ekonomi pedesaan. Dengan memastikan ketersediaan air yang memadai, Kementerian PU berharap dapat meminimalkan dampak negatif El Nino terhadap produksi pertanian, menjaga pendapatan petani, serta mencegah lonjakan harga pangan di pasar domestik.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar