55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah memberikan lampu hijau untuk peningkatan signifikan target program renovasi rumah, menargetkan hingga 2 juta unit pada tahun 2026. Keputusan ambisius ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, usai pertemuan penting dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (30/12/2025).

Related Post
Fahri menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki visi besar untuk akselerasi masif dalam program perumahan rakyat, khususnya dalam merenovasi rumah tidak layak huni. Anggaran untuk program ini sejatinya sudah dialokasikan dalam APBN 2026 sebanyak 400.000 unit. Namun, Prabowo menyetujui peningkatan target yang jauh lebih besar, menunjukkan komitmen kuat terhadap penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

"Beliau membayangkan harus ada akselerasi besar-besaran. Tahun depan sudah ada anggaran untuk renovasi yang sudah tertulis dalam APBN 2026 sekitar 400.000, tapi bahkan beliau setuju sampai 2 juta sekalipun untuk renovasi, tidak ada masalah," ujar Fahri kepada awak media setelah pertemuan, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Pernyataan ini menggarisbawahi tekad pemerintah untuk tidak main-main dalam mengatasi persoalan perumahan.
Namun, implementasi program berskala raksasa ini tidak tanpa tantangan. Fahri menyoroti kompleksitas masalah ketersediaan lahan, terutama di kawasan perkotaan yang padat, yang membutuhkan mekanisme percepatan khusus dan terobosan regulasi. "Kita memang memerlukan satu mekanisme percepatan, akselerasi karena di perkotaan itu ada banyak masalah ketersediaan lahan yang memang sangat sulit dan inilah yang kami lagi desain konsepnya dalam bentuk peraturan yang dibutuhkan," jelasnya, mengindikasikan bahwa pemerintah sedang menggodok kerangka hukum yang lebih adaptif.
Untuk mencapai kecepatan akselerasi yang diinginkan Presiden Prabowo di tahun 2026, Fahri menilai pembentukan satu lembaga khusus akan menjadi kunci utama. Lembaga ini diharapkan mampu memangkas birokrasi, mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, dan mempercepat proses renovasi dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan.
Program renovasi rumah berskala masif ini diprediksi akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor konstruksi, industri bahan bangunan, hingga penyerapan tenaga kerja lokal diperkirakan akan mengalami lonjakan aktivitas. Ini bukan hanya tentang penyediaan hunian layak, tetapi juga stimulus ekonomi yang kuat, berpotensi menggerakkan roda perekonomian dari tingkat mikro hingga makro. Para pelaku usaha di sektor terkait tentu akan mencermati peluang besar yang terbuka dari kebijakan populis sekaligus strategis ini, yang menjanjikan peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar