55 NEWS – Jakarta, 27 Maret 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penyesuaian signifikan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini akan dilaksanakan lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini, menurut Purbaya, merupakan langkah strategis untuk mencapai efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas dan manfaat program esensial ini bagi masyarakat penerima.

Related Post
Dalam keterangannya di kantornya, Jumat (27/3/2026), Purbaya menjelaskan bahwa perubahan skema ini bukan berarti pemangkasan, melainkan adaptasi terhadap kondisi terkini demi keberlanjutan program. "Arah kebijakan MBG saat ini tetap berada di koridor yang tepat," tegasnya, seraya menambahkan bahwa pemerintah berupaya memastikan setiap alokasi dana memberikan dampak maksimal dan berkelanjutan.

Purbaya menekankan bahwa tidak ada pemotongan anggaran secara langsung dari Kementerian Keuangan. Efisiensi justru dilakukan secara internal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pengelola program. "MBG tidak saya potong. Mereka (BGN) melakukan efisiensi sendiri. Selama ada efisiensinya dan tidak mengurangi kualitas makanannya, saya setuju saja," ujarnya, sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id. Ini menunjukkan pendekatan desentralisasi dalam pengelolaan fiskal program, di mana pengelola diberikan fleksibilitas untuk mencari cara optimalisasi.
Langkah ini mencerminkan prinsip kehati-hatian fiskal dan optimalisasi sumber daya negara. Dengan fokus pada efisiensi operasional, pemerintah berupaya menjaga stabilitas anggaran sambil tetap memenuhi komitmen sosialnya. Penyesuaian jadwal ini diharapkan mampu menjaga ritme program agar lebih terstruktur dan berkelanjutan dalam jangka panjang, memastikan manfaatnya tetap terasa tanpa membebani kas negara secara berlebihan.
Purbaya optimistis bahwa penyesuaian ini tidak akan menimbulkan masalah dan justru akan memperkuat fondasi MBG sebagai program yang adaptif dan bertanggung jawab. "Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah," pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah terhadap efisiensi tanpa kompromi kualitas gizi.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar