Cara Baru Siswa Sekolah Rakyat Kelola Uang

Cara Baru Siswa Sekolah Rakyat Kelola Uang

55tv.co.id – Selama ini, konsep menabung bagi anak sekolah sering kali hanya identik dengan memasukkan uang koin atau lembaran kertas ke dalam sebuah celengan bambu atau plastik di kamar mereka. Namun, paradigma tersebut mulai bergeser secara signifikan di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi para siswa di sana, menabung kini bukan lagi sekadar aktivitas menyimpan uang sisa jajan, melainkan sebuah langkah strategis untuk merancang masa depan.

COLLABMEDIANET

Salah satu siswi kelas 2 SMA SRT 3, Selfi Nawawi N, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan keuangan. Sebelumnya, ia mengira bahwa untuk memiliki rekening bank, seseorang harus sudah memiliki penghasilan tetap atau bekerja terlebih dahulu. Namun, melalui sebuah program edukasi, ia menyadari bahwa akses terhadap layanan perbankan sudah bisa dimulai sejak bangku sekolah.

Cara Baru Siswa Sekolah Rakyat Kelola Uang
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Ternyata kita bisa menabung menggunakan buku rekening meskipun belum kerja. Saya ingin mempunyai tabungan yang banyak untuk dipakai kuliah nantinya," ungkap Selfi dengan penuh semangat. Baginya, tabungan di bank bukan sekadar tempat menyimpan uang, melainkan instrumen penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi.

Transformasi cara pandang ini merupakan buah dari kegiatan BNI Sahabat Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada para siswa, mengenalkan mereka pada dunia keuangan yang selama ini mungkin hanya dianggap sebagai hal yang rumit dan dewasa. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan secara langsung dengan berbagai instrumen perbankan, mulai dari kartu identitas yang dapat dipindai hingga fungsi buku rekening.

Antusiasme luar biasa terpancar dari wajah para siswa saat mereka berinteraksi dengan teknologi perbankan sederhana tersebut. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami bagaimana sebuah transaksi dan pencatatan keuangan bekerja.

Tiyah Wasma Terru, seorang guru Biologi di SMA SRT 3 Sulawesi Selatan, menyatakan rasa bangganya melihat rasa ingin tahu yang tinggi dari para muridnya. Menurutnya, kehadiran program ini memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

"Saya sangat senang karena ini merupakan hal baru bagi siswa. Mereka sangat antusias melihat dan mencoba ID card yang bisa di-scan. Mereka juga banyak bertanya mengenai tabungan dan buku rekening, sehingga menjadi pelajaran yang berharga dan baru bagi mereka," jelas Tiyah.

Tiyah menambahkan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas. Dengan melihat dan mencoba sendiri, siswa dapat memahami konsep ekonomi secara lebih konkret. Mereka kini memahami bahwa menabung secara digital atau melalui buku tabungan memberikan transparansi, di mana mereka bisa melihat nominal uang mereka tercatat dengan jelas.

Selain edukasi keuangan, pendekatan praktik langsung ini juga diterapkan pada materi lain, seperti pengelolaan limbah. Jika sebelumnya siswa hanya menghafal teori mengenai lingkungan, kini mereka diajak untuk melakukan aksi nyata. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat kini semakin mengedepankan kesiapan siswa dalam menghadapi realitas kehidupan sehari-hari, baik dari sisi finansial maupun kepedulian lingkungan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar