55tv.co.id – Tren penggunaan energi di sektor industri kini mulai mengalami pergeseran signifikan. Berbagai pelaku usaha, mulai dari sektor perhotelan hingga industri makanan, kini mulai beralih menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi utama mereka. Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menekan biaya operasional energi yang selama ini menjadi beban besar bagi perusahaan.

Related Post
Salah satu pemain utama dalam transformasi energi ini adalah PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), yang merupakan anak usaha dari PGN sekaligus bagian dari Subholding Gas Pertamina. Saat ini, Gagas tengah gencar memperluas jangkauan pemanfaatan gas bumi melalui skema CNG point-to-point. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau para pelaku usaha di wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas secara langsung.

Salah satu contoh nyata keberhasilan implementasi ini terlihat di Yogyakarta. Marugame Udon Kaliurang, salah satu gerai makanan populer, kini telah resmi menjadi pelanggan baru CNG Gagas. Penggunaan gas bumi ini merupakan hasil rekomendasi dari kantor pusat sebagai solusi energi yang lebih efisien untuk mendukung kegiatan operasional harian.
Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengungkapkan bahwa kunci utama dalam menarik minat industri adalah pendampingan intensif pada tahap awal. Menurutnya, memastikan pelanggan dapat mengintegrasikan CNG ke dalam operasional mereka tanpa kendala adalah prioritas utama perusahaan.
"Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan yang optimal sejak awal penggunaan. Kami ingin memastikan pelanggan merasa nyaman menggunakan gas bumi dan mendapatkan dukungan penuh dalam kegiatan operasionalnya," ujar Miranti dalam keterangan resminya.
Layanan yang ditawarkan oleh Gagas tidak hanya sekadar menyalurkan gas. Perusahaan menyediakan layanan terintegrasi yang mencakup instalasi, penyesuaian peralatan, monitoring pasokan, pengisian ulang (refill), pembersihan, hingga perawatan rutin (maintenance). Gagas juga melakukan pengecekan berkala untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil dan instalasi tetap aman.
Dedi Sugianto, Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, memberikan testimoni positif mengenai transisi energi ini. Menurutnya, penggunaan CNG memberikan perbedaan yang sangat terasa dibandingkan dengan sumber energi sebelumnya. Selain efisiensi biaya, kualitas api yang dihasilkan dari gas bumi jauh lebih stabil dan berwarna biru, yang sangat krusial bagi konsistensi memasak di industri kuliner.
"Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Yang membedakan adalah adanya layanan servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatan didampingi langsung oleh tim ahli, sehingga kami bisa fokus pada operasional," kata Dedi.
Saat ini, Marugame Udon Kaliurang mengonsumsi sekitar 1.000 m³ gas bumi per bulan yang didistribusikan melalui tujuh silinder CNG. Melalui skema point-to-point ini, PGN dan Gagas berharap dapat terus menghadirkan akses energi yang fleksibel dan andal bagi seluruh pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.










Tinggalkan komentar