Dana Whoosh Bukan APBN Ini Skemanya

Dana Whoosh Bukan APBN Ini Skemanya

55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkap sebuah terobosan signifikan terkait beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh. Kementerian Keuangan melalui Badan Layanan Umum PT Sarana Multigriya Finansial SMF resmi akan menanggung seluruh kewajiban finansial tersebut. Langkah ini dipastikan tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN.

COLLABMEDIANET

Purbaya menjelaskan mekanisme pembayaran utang Whoosh akan bersumber dari keuntungan yang diperoleh PT SMF. Dengan demikian meskipun infrastruktur kereta cepat kini berada di bawah pengelolaan pemerintah, kas negara tidak akan terbebani secara langsung. Ini merupakan strategi cerdas untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah proyek infrastruktur besar.

Dana Whoosh Bukan APBN Ini Skemanya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pengalihan tanggung jawab utang ini merupakan bagian dari akuisisi 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia PSBI oleh Kementerian Keuangan. PT PSBI sendiri merupakan bagian dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China KCIC operator Whoosh. Targetnya proses perpindahan saham dari PT PSBI ke PT SMF diharapkan rampung pada pertengahan September mendatang.

Sebelumnya PT PSBI yang merupakan gabungan perusahaan BUMN penggarap proyek kereta cepat ini menghadapi tekanan berat akibat pembengkakan utang. Kondisi ini sempat mempengaruhi kinerja keuangan sejumlah BUMN anggota konsorsium. Struktur kepemilikan saham PT PSBI meliputi PT Kereta Api Indonesia KAI dengan 51,37 persen PT Wijaya Karya Persero Tbk WIKA 39,12 persen PT Perkebunan Nusantara PTPN I 1,21 persen dan PT Jasa Marga Persero Tbk JSMR 8,3 persen.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar