55tv.co.id – Upaya memperkuat fondasi ekonomi di tingkat daerah terus dilakukan melalui berbagai langkah strategis. Salah satu terobosan terbaru adalah penyediaan dukungan pembiayaan besar yang menyasar dua sektor krusial sekaligus, yakni pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui skema penjaminan yang inovatif, potensi aliran dana yang disalurkan diperkirakan mampu mencapai angka fantastis, yakni Rp1 triliun.

Related Post
Langkah besar ini diwujudkan melalui sinergi antara PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel). Keduanya secara resmi telah menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis di Jakarta pada Selasa (29/9/2026). Kerja sama ini dirancang untuk memberikan solusi bagi para pelaku usaha yang memiliki prospek bisnis menjanjikan, namun seringkali terkendala oleh keterbatasan agunan atau jaminan tambahan.

Dalam kerja sama tersebut, terdapat dua fokus utama. Pertama adalah skema Kontra Bank Garansi. Melalui skema ini, Askrindo akan memberikan fasilitas kontra jaminan atas produk Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank Kalsel. Potensi nilai fasilitas ini mencapai Rp1 triliun, yang secara khusus ditujukan untuk mendukung para kontraktor dan penyedia jasa konstruksi. Fokus utamanya adalah memastikan proyek-proyek infrastruktur strategis yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan dapat berjalan dengan lancar.
Salah satu manfaat utama dari skema Kontra Bank Garansi ini adalah membantu para kontraktor dalam mengurangi beban cash collateral atau agunan kas dalam jumlah besar. Dengan adanya penjaminan ini, para penyedia jasa konstruksi dapat mengalokasikan modal mereka secara lebih efisien untuk operasional proyek, alih-alih menahan dana dalam jumlah besar sebagai jaminan bank.
Direktur Utama Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata peran lembaga penjaminan dalam memperkuat struktur ekonomi di daerah. Menurutnya, dukungan ini bertujuan agar proyek-proyek besar di daerah dapat berjalan secara akuntabel dan tepat waktu.
"Melalui Kontra Bank Garansi, kami memastikan proyek berskala besar di daerah dapat berjalan dengan lancar dan akuntabel. Di sisi lain, melalui penjaminan KUR, kami berupaya menjaga ketahanan ekonomi akar rumput dengan memberikan kepastian mitigasi risiko bagi Bank Kalsel dalam menyalurkan modal kerja kepada UMKM lokal," ujar Mahelan.
Selain fokus pada sektor konstruksi, kolaborasi ini juga memperpanjang kerja sama dalam hal Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema ini sangat krusial bagi para pelaku UMKM di Kalimantan Selatan yang masuk dalam kategori feasible but not bankable. Artinya, mereka memiliki usaha yang layak secara bisnis dan prospektif, namun belum mampu memenuhi persyaratan agunan tambahan yang diminta oleh perbankan. Dengan adanya penjaminan dari Askrindo, hambatan modal ini diharapkan dapat teratasi sehingga ekonomi masyarakat lokal dapat tumbuh lebih cepat dan merata.










Tinggalkan komentar