55 NEWS – Pemerintah menyambut baik proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh solid sebesar 5,1% pada tahun 2026. Proyeksi ini dilihat sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak ekonomi global yang masih tinggi. Pemerintah meyakini fundamental ekonomi yang kuat, stabilitas makroekonomi yang terjaga, dan konsistensi kebijakan menjadi kunci utama dalam mempertahankan momentum pertumbuhan.

Related Post
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa proyeksi IMF ini mencerminkan daya tahan ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di tengah tekanan global. "Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Proyeksi tersebut juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dalam satu dekade terakhir, ekonomi Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan di kisaran 5%, yang mencerminkan daya tahan ekonomi nasional serta efektivitas kebijakan makroekonomi yang ditempuh.
Stabilitas inflasi yang terjaga, disiplin fiskal yang konsisten, serta kredibilitas pengelolaan anggaran menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Rekam jejak pengelolaan fiskal yang prudent, termasuk komitmen menjaga defisit anggaran dalam batas aman dan pemenuhan kewajiban keuangan negara secara tepat waktu, turut memperkuat kepercayaan pasar.
"Hal ini menjadi salah satu faktor penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya volatilitas global," kata Haryo.
Pemerintah optimis prospek ekonomi Indonesia ke depan memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar, didukung oleh perbaikan iklim investasi, peningkatan efisiensi alokasi modal, serta peran Indonesia yang semakin strategis dalam perekonomian global. Pemerintah akan terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar