55tv.co.id – Sorotan tajam mengarah pada PT Dua Kuda Indonesia. Perusahaan yang tengah berjuang mempertahankan operasionalnya di tengah badai kepailitan ini menghadapi kendala serius. Produksi berjalan lancar, namun barang senilai miliaran rupiah tak bisa keluar dari gudang, mengancam upaya penyelamatan bisnisnya.

Related Post
Ridwan, perwakilan serikat pekerja perusahaan, mengungkapkan akar masalahnya. Sistem kepabeanan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda menjadi ganjalan utama, mengunci rapat pintu ekspor. "Kami bisa terus memproduksi, tapi hasilnya tidak bisa dikirim ke luar negeri," keluhnya. Situasi ini jelas mengikis efektivitas upaya penyelamatan perusahaan yang dikenal dengan istilah going concern.

Serikat pekerja, bersama jajaran manajemen, tak tinggal diam. Mereka telah menyampaikan keluhan ini kepada Hakim Pengawas. Tuntutan utama mereka jelas: segera lunasi kewajiban kepada pihak bea cukai agar produk yang sudah jadi bisa segera diekspor. "Tanpa ekspor, semua upaya penyelamatan ini akan sia-sia belaka. Kami memproduksi, tapi barang tak bisa keluar," tegas Ridwan.
Pembayaran kepada otoritas pabean dan bea cukai menjadi duri dalam daging. Pihak kurator berdalih bahwa tagihan ini termasuk dalam kategori piutang tetap. Membayar satu pihak dikhawatirkan akan memicu tuntutan serupa dari kreditur lain. Namun, serikat pekerja punya pandangan berbeda. Bagi mereka, esensi dari setiap aturan adalah kebermanfaatan, terutama untuk kelangsungan hidup perusahaan. "Logikanya, aturan dibuat untuk memberi manfaat. Seharusnya manfaat jangka panjang perusahaan lebih diutamakan," tukas Ridwan.
Ridwan menambahkan, sungguh tidak masuk akal jika biaya besar sudah digelontorkan untuk menjaga operasional, namun produk tak bisa dijual apalagi diekspor. Serikat pekerja juga mendesak agar tahap ketiga dari rencana penyelamatan perusahaan segera disetujui, mengingat stok bahan baku dan produk jadi terus menipis. Keterlambatan pembayaran bea cukai ini dinilai menghambat pemulihan. Bahkan, penasihat hukum perusahaan sebelumnya juga telah berulang kali menyuarakan keberatan atas kinerja kurator yang dianggap kurang profesional.










Tinggalkan komentar