55tv.co.id – Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price ICP pada Agustus 2026 mencatat lonjakan signifikan. Angka rata-rata ICP melesat tajam sebesar 775 dolar AS per barel menjadi 8943 dolar AS per barel dari posisi Juli 2026 yang hanya 8168 dolar AS per barel. Kenaikan drastis ini sontak memicu pertanyaan besar tentang faktor-faktor di baliknya.

Related Post
Pemerintah secara resmi menetapkan rata-rata ICP Agustus 2026 sebesar 8943 dolar AS per barel melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Nomor 352K/MG03/MEMM/2026. Lonjakan ini tidak lepas dari tren penguatan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh eskalasi risiko geopolitik serta kecemasan akan terganggunya rantai pasok di jalur-jalur distribusi minyak internasional yang krusial.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menjelaskan bahwa gejolak pasar global menjadi biang kerok utama kenaikan ICP. "Rata-rata ICP Agustus 2026 yang naik menjadi 8943 dolar AS per barel akibat dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur vital," ungkap Laode dalam keterangan resminya pada 10 September 2026.
Menurutnya memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah termasuk insiden penyerangan terhadap kapal tanker maupun fasilitas kilang minyak telah memicu kekhawatiran serius di pasar global terhadap kelancaran pasokan minyak dunia. Situasi ini secara langsung mendorong harga minyak acuan dunia untuk ikut merangkak naik. Terbukti harga Brent di ICE melonjak dari 8397 dolar AS menjadi 8808 dolar AS per barel. Senada dengan itu harga West Texas Intermediate WTI di Nymex juga meningkat dari 7922 dolar AS menjadi 8245 dolar AS per barel sepanjang Agustus.








Tinggalkan komentar