Terungkap Strategi RI Genjot Ekonomi Hijau

Terungkap Strategi RI Genjot Ekonomi Hijau

55tv.co.id – Indonesia kini semakin serius mengukuhkan fondasi ekonomi hijau. Sebuah kolaborasi strategis baru saja terjalin, menandai langkah maju dalam menciptakan ekosistem ramah lingkungan yang komprehensif. Inisiatif ini menyatukan berbagai elemen krusial mulai dari pendidikan, pertanian, koperasi, hingga inovasi teknologi lingkungan, membentuk rantai nilai yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

COLLABMEDIANET

Penandatanganan nota kesepahaman menjadi tonggak penting bagi PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC). Sinergi ini dirancang untuk memastikan setiap aspek ekonomi hijau dapat berkembang optimal, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.

Terungkap Strategi RI Genjot Ekonomi Hijau
Gambar Istimewa : img.okezone.com

KPCI mengambil peran vital di sektor hulu. Mereka akan mengoptimalkan jaringan petani, kelompok tani, serta koperasi di berbagai wilayah, mengidentifikasi komoditas pertanian potensial. Fokusnya adalah mengembangkan pola kemitraan usaha pertanian dan sistem kontrak tanam yang adil dan berkelanjutan, memberdayakan para pelaku di lini terdepan.

Sementara itu, KKDC bertugas memperkuat sisi hilir. Mereka akan memacu pengembangan rantai pasok yang efisien, distribusi yang merata, dan strategi pemasaran yang inovatif. Akses pasar yang lebih luas dan jaringan konsumen yang solid menjadi prioritas, termasuk membangun sinergi dengan Unit Bank Sampah dan berbagai inisiatif ekonomi sirkular berbasis komunitas, menciptakan dampak positif yang lebih luas.

Dukungan teknologi dan proyek hijau menjadi tulang punggung kolaborasi ini. Wakil Presiden ESGIN Global, Yayang Ruzaldy, mengungkapkan bahwa ESGIN akan menjadi garda terdepan dalam pengembangan proyek hijau dan infrastruktur lingkungan digital. "Ini termasuk pemanfaatan platform ESG-in, sistem ketertelusuran, pengukuran dampak lingkungan, Digital Measurement Reporting and Verification (Digital MRV), serta identifikasi potensi proyek hijau, proyek iklim, dan inisiatif pengurangan emisi gas rumah kaca," jelasnya di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar