55tv.co.id – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk MGLV membuat gebrakan besar di pasar modal. Emiten teknologi ini baru saja mengumumkan langkah strategisnya melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Targetnya tidak main-main perseroan mengincar dana segar hingga Rp2,54 triliun untuk merealisasikan ambisi besarnya membangun pusat data kecerdasan buatan AI tercanggih di Indonesia.

Related Post
Keputusan penting ini menyusul persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPS-LB yang digelar pada 7 September 2026. MGLV berencana melepas hingga 285,73 juta lembar saham biasa baru. Harga pelaksanaan rights issue ini dipatok pada angka Rp8.880 per saham dengan rasio setiap 100 saham lama akan memberikan hak atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu HMETD.

Komitmen kuat juga ditunjukkan oleh PT Nextier Datamate Center NDC selaku pemegang saham utama perseroan. NDC menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi seluruh HMETD yang menjadi haknya senilai Rp1,65 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan penuh terhadap arah bisnis baru MGLV.
Presiden Direktur NexAI Ahmad Zulfikar menegaskan bahwa dana yang terkumpul dari rights issue akan langsung dialokasikan untuk mempercepat pembangunan pusat data AI. Fasilitas ini dirancang dengan standar Tier III yang menjamin keandalan dan performa tinggi. Zulfikar menambahkan langkah ini adalah wujud nyata transformasi perseroan. Pusat data yang akan dibangun didesain khusus untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi paling mutakhir yang tersedia di industri saat ini.
Sesuai prospektus singkat yang telah diterbitkan MGLV akan menyalurkan dana hasil rights issue sebagai modal segar kepada dua entitas anak. Kedua anak perusahaan tersebut yakni PT Nextier Askara Center NAC dan PT Nextier GenAi Center NGC akan bertanggung jawab dalam mengembangkan pusat data AI dengan total kapasitas mencapai 102 Megawatt MW. Ini menandai era baru bagi MGLV dalam industri infrastruktur digital berbasis AI.










Tinggalkan komentar