55tv.co.id – Indonesia mengambil langkah berani untuk mengakhiri ketergantungan impor kedelai yang masif. Sebuah program penanaman kedelai skala besar telah resmi dimulai, menargetkan lahan seluas 1.000 hektare sebagai tahap awal. Inisiatif strategis ini digagas oleh PTPN Group, melalui sub-holding PTPN IV PalmCo, sebagai bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Related Post
Proyek percontohan ini secara simultan diluncurkan di 20 titik berbeda di seluruh wilayah kerja PTPN IV PalmCo. Acara penanaman perdana yang menjadi tonggak sejarah dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Jumat pekan lalu.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa menegaskan bahwa pelaksanaan proyek ini merupakan tindak lanjut langsung dari penugasan pemerintah. Ini adalah respons konkret terhadap visi besar penguatan ketahanan pangan, khususnya untuk komoditas kedelai yang vital bagi masyarakat. "Alhamdulillah, PTPN IV telah melaksanakan tanam perdana proyek percontohan kedelai. Ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan impor kedelai," ujar Jatmiko di Jakarta Rabu 2 September 2026.
Pada fase awal ini, perusahaan menargetkan 1.000 hektare lahan yang seluruhnya berada di area peremajaan sawit milik perusahaan. Strategi cerdas ini memungkinkan pemanfaatan optimal lahan yang akan diremajakan. "Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit. Sehingga kurang lebih selama enam bulan sebelum sawit kembali ditanam, kita akan menanam kedelai terlebih dahulu," jelasnya.
Inisiatif ini sangat krusial mengingat data lima tahun terakhir menunjukkan Indonesia mengalami defisit kedelai rata-rata 2,5 juta ton per tahun, yang berarti sekitar 97 persen kebutuhan dipenuhi dari impor. Jatmiko menekankan bahwa keberhasilan program percontohan ini akan menjadi penentu. Jika terbukti layak dan berhasil di berbagai aspek, pengembangan komoditas kedelai akan diperluas secara lebih masif di masa depan. Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah untuk menggenjot produksi domestik dan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada kedelai impor.










Tinggalkan komentar