55 NEWS – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero), berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif dengan rasio pengembalian aset (Return on Asset/ROA) tak diaudit sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025. Angka ini tidak hanya melampaui target internal perusahaan, namun juga menjadi indikasi kuat adanya perbaikan fundamental dalam pengelolaan aset selama tiga tahun terakhir.

Related Post
Pencapaian ROA PalmCo di tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan, tumbuh sekitar 49 persen secara tahunan dibandingkan dengan 5,3 persen pada tahun 2024. Tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sejak tahun 2023, di mana rasio pengembalian aset perusahaan masih berada di level 3,88 persen. Ini berarti, dalam kurun waktu tiga tahun, profitabilitas aset PalmCo telah meningkat lebih dari dua kali lipat. Realisasi 7,9 persen ini juga jauh di atas target awal perusahaan yang hanya dipatok 4,9 persen, menandakan kinerja ROA 2025 mencapai sekitar 161 persen dari proyeksi manajemen.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa lonjakan kinerja ini bukan semata-mata didorong oleh fluktuasi harga komoditas sawit. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari serangkaian pembenahan struktural yang diterapkan secara konsisten. "Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 adalah bukti perbaikan fundamental yang berkelanjutan," ujar Jatmiko dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Ia menambahkan, strategi peremajaan tanaman, ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya telah memberikan dampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset perusahaan.
Kuatnya kinerja PalmCo ini sejalan dengan agenda besar pemerintah yang mengedepankan efisiensi dan produktivitas aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan telah menekankan pentingnya BUMN tidak hanya memiliki skala aset yang besar, tetapi juga harus mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global.
ROA merupakan salah satu indikator krusial untuk mengukur efektivitas tersebut. Dengan capaian 7,9 persen, PalmCo semakin mendekati target jangka panjang perusahaan untuk tahun 2029, yakni ROA sebesar 10 persen. "Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal. Posisi kami saat ini memberikan keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang telah ditetapkan," pungkas Jatmiko.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar