55 NEWS – Sistem kelistrikan di Pulau Jawa dilaporkan menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan setelah serangkaian pemadaman bergilir yang sempat menimbulkan keresahan luas dan kerugian ekonomi, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). PT PLN (Persero) melalui Direktur Utamanya, Darmawan Prasodjo, telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sembari memastikan upaya maksimal sedang dilakukan untuk menstabilkan pasokan energi vital ini.

Related Post
Menurut Darmawan, sejak Minggu, 21 Juni 2026, stabilitas pasokan listrik di Jawa berangsur membaik, memungkinkan penekanan drastis terhadap jadwal pemadaman bergilir yang sebelumnya diterapkan. Komitmen PLN untuk menjaga keandalan pasokan menjadi prioritas utama, terutama mengingat vitalnya listrik sebagai penopang roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat.

Menyikapi situasi genting ini, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah mengeluarkan instruksi tegas kepada PT PLN (Persero) untuk segera mempercepat penanganan krisis listrik nasional. Arahan ini bertujuan memastikan insiden pemadaman serupa di Pulau Jawa tidak terulang, mengingat dampaknya yang multidimensional, mulai dari gangguan produktivitas industri hingga kerugian finansial yang memukul pelaku usaha kecil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi instruksi tersebut pasca-rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta. Bahlil menegaskan bahwa Presiden mengamanatkan kementerian dan lembaga terkait untuk segera mengimplementasikan langkah-langkah terukur demi menjamin pelayanan listrik yang optimal bagi seluruh masyarakat.
Bahlil, dalam keterangannya yang dikutip 55tv.co.id, secara lugas menyampaikan pesan Presiden. "Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini," ujarnya, menekankan pentingnya respons cepat dan terencana dari seluruh pihak terkait. Stabilitas pasokan listrik, seperti yang ditekankan oleh Presiden, bukan hanya soal kenyamanan, melainkan fondasi krusial bagi keberlanjutan ekonomi, khususnya sektor UMKM yang sangat rentan terhadap gangguan operasional.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar