Jebakan Inflasi di Balik Diskon Nataru: BPS Ungkap Fakta Mengejutkan, Harga Transportasi Tetap Meroket Karena Ini!

Jebakan Inflasi di Balik Diskon Nataru: BPS Ungkap Fakta Mengejutkan, Harga Transportasi Tetap Meroket Karena Ini!

55 NEWS – JAKARTA – Harapan akan meredanya tekanan harga di sektor transportasi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tampaknya belum sepenuhnya terwujud. Meskipun pemerintah telah mengimplementasikan program diskon tarif sebagai stimulus ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kelompok pengeluaran transportasi justru masih mencatatkan inflasi signifikan pada Desember 2025.

COLLABMEDIANET

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa inisiatif diskon ini merupakan mandat khusus bagi BUMN di sektor transportasi, yang diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tertanggal 28 Oktober 2025. Namun, perlu dicatat bahwa efektivitas diskon yang mayoritas berlaku dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, hanya mencakup durasi sekitar sepuluh hari kalender dalam perhitungan inflasi bulan Desember. Keterbatasan waktu implementasi ini disinyalir menjadi salah satu faktor yang membatasi dampak penuh program tersebut.

Jebakan Inflasi di Balik Diskon Nataru: BPS Ungkap Fakta Mengejutkan, Harga Transportasi Tetap Meroket Karena Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara agregat, Pudji merinci, kelompok transportasi menunjukkan kenaikan harga sebesar 0,55 persen, memberikan kontribusi sebesar 0,0663 persen terhadap inflasi nasional. Angka ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, di luar moda transportasi yang mendapatkan insentif diskon, menjadi pendorong utama lonjakan inflasi.

"Inflasi pada kelompok transportasi ini, selain disumbang oleh penyesuaian harga pada moda yang seharusnya mendapatkan diskon, juga didorong oleh kenaikan komoditas vital lainnya, seperti bensin," papar Pudji dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Senin (5/1/2026), sebagaimana dilansir oleh 55tv.co.id. Ia menambahkan, inflasi untuk bensin sendiri tercatat sebesar 0,72 persen, dengan andil 0,03 persen terhadap total inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa harga bahan bakar minyak memiliki peran dominan dalam mengerek indeks harga konsumen di sektor transportasi, bahkan di tengah upaya pemerintah memberikan subsidi tarif.

Meski demikian, data BPS juga menggarisbawahi bahwa program diskon tersebut tidak sepenuhnya sia-sia. Intervensi ini terbukti cukup efektif dalam menahan laju kenaikan harga pada beberapa moda transportasi spesifik, sehingga mencegah tekanan inflasi yang jauh lebih besar di sektor tersebut. Ini menunjukkan kompleksitas dalam mengelola stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan musiman dan fluktuasi harga komoditas strategis. Pemerintah perlu mempertimbangkan strategi yang lebih komprehensif untuk mengendalikan inflasi di sektor transportasi, terutama menjelang periode puncak permintaan di masa mendatang.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar