55tv.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, KAI Commuter, tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat armada transportasi publik di wilayah Jabodetabek. Setelah sebelumnya sempat muncul wacana mengenai impor kereta listrik bekas dari Jepang, kini perusahaan pelat merah tersebut justru fokus pada pengadaan 23 rangkaian kereta atau trainset baru dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Related Post
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung terhadap lonjakan jumlah penumpang Commuter Line yang terus mengalami tren kenaikan setiap tahunnya. Penambahan armada ini diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang dan meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat yang bergantung pada moda transportasi berbasis rel ini.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, menegaskan bahwa rencana pengadaan sarana baru ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan mobilitas warga, terutama mereka yang tinggal di wilayah penyangga Jakarta. Menurutnya, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak KAI pusat serta para pemangku kepentingan terkait guna memastikan ketersediaan sarana di masa mendatang.
"KAI Commuter berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi dengan KAI dan seluruh stakeholders guna memastikan pemenuhan sarana Commuter Line berjalan sesuai rencana," ujar Purnomo dalam keterangan resminya di Jakarta.
Secara teknis, ke-23 trainset baru yang direncanakan tersebut akan menggunakan konfigurasi 12 gerbong atau dikenal dengan istilah SF12. Konfigurasi ini dipilih untuk memaksimalkan kapasitas angkut dalam satu kali perjalanan. Dari total rencana pengadaan tersebut, sebanyak delapan trainset akan didanai melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN), yang menunjukkan dukungan kuat pemerintah terhadap penguatan transportasi massal.
Selain fokus pada pengadaan masa depan, KAI Commuter juga tengah berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pengiriman armada yang sudah dipesan sebelumnya. Saat ini, perusahaan tengah mempercepat proses pengiriman delapan trainset sisa dari total 16 rangkaian yang dikerjakan melalui kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA).
Target penyelesaian pengiriman delapan rangkaian sisa tersebut dipatok pada tahun 2027. Hingga memasuki periode Oktober 2026, tercatat sebanyak delapan trainset telah berhasil dikirimkan. Dari jumlah tersebut, tujuh rangkaian sudah mulai beroperasi secara penuh melayani penumpang, sementara satu rangkaian lainnya masih dalam tahap uji coba operasional untuk memastikan standar keamanan dan kelayakan teknis.
Purnomo menambahkan bahwa penambahan armada ini bukan sekadar rutinitas pembaruan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengimbangi volume pengguna KRL Jabodetabek yang terus tumbuh pesat. Dengan adanya tambahan armada baru, diharapkan ketepatan waktu dan kapasitas angkut dapat terjaga, sehingga KRL tetap menjadi pilihan utama transportasi masyarakat urban.










Tinggalkan komentar