Waspada Modus Baru Pembobolan Akun Saham

Waspada Modus Baru Pembobolan Akun Saham

55tv.co.id – Dunia pasar modal Indonesia tengah dihadapkan pada ancaman serius berupa praktik kriminalitas digital yang menyasar para investor. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini membongkar sebuah modus operandi licin yang dilakukan oleh komplotan pelaku kejahatan untuk menguras aset para pemegang saham. Tidak sekadar mencuri, para pelaku ini memiliki strategi sistematis untuk memindahkan dana korban secara halus melalui manipulasi transaksi saham.

COLLABMEDIANET

Dalam keterangannya pada ajang Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah aksi kriminal tunggal. Alih-alih dilakukan oleh satu orang, pembobolan ini merupakan kerja sama terorganisir dari sebuah kelompok atau komplotan.

Waspada Modus Baru Pembobolan Akun Saham
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Modus yang digunakan sangat terencana. Para pelaku akan meretas akun investor, kemudian secara paksa menjual saham-saham berkualitas tinggi (blue chip) yang dimiliki oleh korban. Setelah saham tersebut terjual dan dana tunai tersedia di akun, pelaku segera menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk membeli saham-saham "gorengan" atau saham dengan fundamental buruk.

"Mereka membobol akun nasabah, lalu saham-saham yang bagus dijual. Hasil penjualannya kemudian digunakan untuk membeli saham lain yang kualitasnya rendah. Menariknya, saham yang dibeli tersebut adalah milik rekan atau komplotan mereka sendiri. Dengan begitu, uang korban secara tidak langsung berpindah ke kantong pelaku melalui transaksi saham tersebut," ungkap Irvan dalam keterangannya pada Sabtu (7/11/2026).

Irvan menekankan bahwa kerugian yang dialami investor bukan hanya kehilangan potensi keuntungan dari saham berkualitas, tetapi juga terjebak dalam kepemilikan saham sampah yang nilainya terus merosot.

Terkait penyebab utama maraknya kasus ini, BEI menyoroti faktor kelalaian dari sisi investor itu sendiri. Keamanan akun seringkali dianggap remeh, padahal menjadi pintu masuk utama bagi para peretas. Salah satu kesalahan fatal yang paling sering ditemukan adalah kebiasaan investor yang tidak pernah memperbarui kata sandi (password) akun sekuritas mereka. Kata sandi yang bersifat statis dan mudah ditebak menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber.

Selain masalah teknis kata sandi, faktor sosial juga menjadi celah keamanan yang sangat rentan. Irvan memperingatkan agar investor tidak sembarangan memberikan akses akun kepada pihak ketiga, meskipun mereka adalah orang terdekat.

"Penyebabnya bisa sangat sederhana. Pertama, kata sandi sekuritas tidak pernah diganti sehingga mudah ditembus. Kedua, banyak investor yang memberikan akses password kepada asisten pribadi, sekretaris, atau bahkan pasangan. Masalah muncul ketika hubungan tersebut berakhir, misalnya setelah putus cinta atau perceraian, akses tersebut bisa disalahgunakan oleh mantan pasangan untuk membobol akun," tambahnya.

Melalui peringatan ini, BEI mengimbau seluruh pelaku pasar modal untuk lebih disiplin dalam menjaga kerahasiaan data pribadi dan memperketat keamanan digital guna menghindari kerugian finansial yang tidak diinginkan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar