55tv.co.id – Upaya transformasi energi di wilayah Kalimantan Utara membuahkan hasil yang sangat signifikan. Melalui inovasi teknologi regasifikasi gas alam cair, efisiensi energi nasional kini menunjukkan tren positif yang mampu menekan biaya operasional secara drastis. Fasilitas Smart Regas Tarakan yang dikelola oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terbukti menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus menghemat anggaran negara.

Related Post
Berdasarkan data operasional terbaru, fasilitas Smart Regas (Small-scale, Modular & Relocatable LNG Regasification) di PLTMG Gunung Belah mencatatkan kinerja yang luar biasa. Sepanjang periode Oktober 2025 hingga September 2026, tingkat ketersediaan operasional atau Equivalent Availability Factor (EAF) mencapai angka 99,81 persen. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 98,22 persen, menandakan keandalan infrastruktur yang sangat tinggi dalam mendukung kebutuhan energi.

Dampak ekonomi dari penggunaan teknologi ini tidak main-main. Pemanfaatan fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memangkas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 32.000 kiloliter setiap tahunnya. Jika dikonversi ke dalam nilai mata uang, potensi penghematan biaya yang dihasilkan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp147 miliar per tahun. Hal ini menjadi angin segar bagi upaya efisiensi energi di sektor ketenagalistrikan nasional.
Komisaris Utama PLN EPI, Nikson Silalahi, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap negara. Menurutnya, penyediaan energi yang stabil di wilayah Tarakan merupakan prioritas utama untuk mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
"Ini adalah peluang besar bagi kami untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Kami berkomitmen membantu program pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan energi yang andal, khususnya dalam penyediaan listrik bagi masyarakat di Tarakan," ujar Nikson saat meninjau langsung operasional fasilitas tersebut di Jakarta.
Fasilitas Smart Regas Tarakan memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 5 BBTUD. Perannya sangat krusial karena berfungsi untuk menerima, menyimpan, hingga mengubah kembali LNG menjadi gas untuk disalurkan ke PLTMG Gunung Belah dan PLTMG Kampung Satu. Kehadiran teknologi ini menjadi solusi cerdas atas kendala keterbatasan pasokan gas melalui pipa yang selama ini menghambat distribusi energi di wilayah tersebut.
Selama satu tahun masa operasional, fasilitas ini telah menyalurkan gas sebanyak 197.233 MMBTU. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pengelolaan infrastruktur gas yang modern dan terintegrasi mampu menjamin kontinuitas pasokan energi primer. Dengan demikian, masyarakat di Tarakan dan sekitarnya kini dapat menikmati aliran listrik yang lebih stabil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan gas pipa yang terbatas.










Tinggalkan komentar