Lahan Tambang Miliaran Rupiah untuk Kopassus

Lahan Tambang Miliaran Rupiah untuk Kopassus

55tv.co.id – Langkah strategis dalam memperkuat pertahanan nasional baru saja diambil oleh pemerintah melalui pengalihan aset negara yang bernilai fantastis. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menyerahkan lahan eks tambang batu bara seluas 137,1 hektare kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan). Lahan yang terletak di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini, diproyeksikan untuk mendukung penuh kebutuhan operasional Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

COLLABMEDIANET

Aset negara yang sangat luas ini mencakup 102 bidang tanah dengan total luas mencapai 1.371.227 meter persegi. Tidak main-main, nilai perolehan dari lahan yang sebelumnya merupakan area pertambangan ini ditaksir mencapai angka Rp70,68 miliar. Pengalihan status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) tersebut telah diresmikan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada Jumat, 6 November 2026.

Lahan Tambang Miliaran Rupiah untuk Kopassus
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara historis, lahan yang berada di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu ini merupakan bagian dari area Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Multi Harapan Utama (MHU). Dengan adanya kebijakan ini, lahan yang semula dikelola untuk sektor energi kini bertransformasi fungsinya menjadi aset vital guna kepentingan kedaulatan negara.

Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM, Rakhmawati, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antarinstansi pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara sektor energi dan sektor pertahanan sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Dukungan terhadap kebutuhan pertahanan negara memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk melalui optimalisasi pemanfaatan aset-aset yang dikuasai oleh pemerintah," ungkap Rakhmawati dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Lebih lanjut, Rakhmawati menekankan bahwa posisi Indonesia yang berada di garis depan kawasan strategis menuntut kesiapan yang matang dalam berbagai aspek. Selain ketahanan energi, ketahanan infrastruktur pertahanan juga menjadi faktor kunci yang tidak boleh diabaikan.

"Keberlanjutan dan ketahanan energi merupakan salah satu pilar utama dalam menunjang keamanan nasional, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki nilai strategis," tambahnya.

Langkah pemerintah mengalihkan lahan eks tambang ini dinilai sebagai langkah efisien dalam memanfaatkan lahan pascatambang agar tidak terbengkalai. Dengan dialihkannya fungsi lahan tersebut untuk kebutuhan Kopassus, pemerintah berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan militer di wilayah Kalimantan, yang kini semakin penting dalam peta geopolitik nasional. Transformasi lahan dari sektor ekonomi ke sektor pertahanan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi stabilitas keamanan di tanah air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar