55 NEWS – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025, mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam pembiayaan infrastruktur nasional. Perusahaan ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp185,3 miliar, sebuah pencapaian yang melonjak signifikan 51,2% dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya yang tercatat Rp122,5 miliar. Kenaikan ini menandai momentum positif dan efektivitas strategi IIF di tengah dinamika perekonomian.

Related Post
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id di Jakarta pada Jumat (20/2/2026), menjelaskan bahwa pertumbuhan laba yang kuat ini turut mendorong peningkatan substansial pada rasio Return on Equity (ROE). "ROE kami mencapai 5,5%, naik 120 basis poin (bps) secara tahunan (year-on-year/YoY)," ujar Rizki, menyoroti peningkatan efisiensi dan profitabilitas perusahaan yang semakin solid.

Kinerja cemerlang IIF juga tercermin dari pertumbuhan bunga bersih yang mencapai 44% secara tahunan, menembus angka Rp536 miliar. Peningkatan ini didorong oleh keberhasilan strategi pengelolaan biaya dana yang efektif, yang berhasil ditekan hingga 11%. Sementara itu, pendapatan bunga perusahaan juga menunjukkan tren positif, naik 6,5% menjadi Rp1,3 triliun, menunjukkan ekspansi portofolio pembiayaan yang produktif.
Tak hanya dari sektor bunga, pendapatan non-bunga (NII) dari aktivitas tresuri IIF juga mencatat lonjakan hampir tiga kali lipat, mencapai Rp42,3 miliar. Kontribusi signifikan ini sangat vital dalam mengimbangi penurunan biaya advisory. Dari sisi operasional, IIF berhasil menjaga biaya tetap terkendali dengan baik, tercermin dari perbaikan rasio efisiensi operasional menjadi 54,6%, meningkat 441 bps secara tahunan.
Total aset IIF juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat, naik 5% YoY menjadi Rp15,4 triliun, didukung oleh peningkatan aset produktif sebesar 2%. Meskipun demikian, rasio Non-Performing Finance (NPF) Net IIF tercatat sedikit naik menjadi 3,75% per 31 Desember 2025, dari 3,41% pada tahun 2024. Menanggapi hal ini, Rizki Pribadi Hasan menegaskan, "Kami bisa pastikan kenaikan NPF ini tetap dalam batas regulasi lima persen. Jadi sangat aman dan prudent," ujarnya, memberikan jaminan kepada para pemangku kepentingan dan investor atas manajemen risiko yang cermat.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar