55 NEWS – Kekhawatiran akan tumpang tindih antara Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi sorotan. Wakil Ketua Apindo Bidang UMKM dan Koperasi, Arief Budiman, angkat bicara mengenai isu ini, menyoroti kurangnya pemahaman di tingkat desa sebagai akar permasalahan. Arief mengungkapkan bahwa kekhawatiran ini seringkali muncul dari para Kepala Desa, yang mengindikasikan pemahaman yang belum mendalam mengenai potensi dan tujuan dari program Kopdes Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Related Post
Arief menjelaskan bahwa potensi Kopdes sebenarnya sangat luas, namun karena keterbatasan informasi, banyak pihak yang khawatir akan persaingan. Padahal, menurutnya, potensi yang bisa digarap jauh lebih besar dari sekadar itu. Hal ini diungkapkan Arief dalam acara Kick Off Young Economist Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Lebih lanjut, Arief menekankan bahwa kendala utama dalam implementasi program koperasi ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Kurangnya pemahaman mengenai struktur bisnis, manajemen risiko, dan peluang pasar menjadi penyebab utama munculnya kekhawatiran yang berlebihan. Kondisi ini memerlukan solusi komprehensif, termasuk peningkatan kapasitas SDM di tingkat desa agar dapat mengoptimalkan potensi Kopdes Merah Putih dan BUMDes secara sinergis.
Pentingnya sinergi antara Kopdes Merah Putih dan BUMDes menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Dengan pemahaman yang tepat dan pengelolaan yang profesional, kedua entitas ini dapat saling melengkapi dan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan pendampingan dan pelatihan yang intensif kepada masyarakat desa agar dapat memanfaatkan peluang yang ada secara optimal.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar