Laba Medco Energi Anjlok 72% di 2025, Namun Dividen Melonjak 19%! Terungkap Strategi Brilian MEDC di Tengah Badai Komoditas.

55 NEWS – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar USD 101 juta, atau setara dengan Rp 1,71 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.982 per USD) sepanjang tahun buku 2025. Angka ini, meskipun tampak signifikan, sejatinya merefleksikan penurunan tajam sekitar 72% dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai USD 367 juta. Fenomena ini memicu pertanyaan di kalangan analis dan investor, mengingat perusahaan tetap mampu memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.

COLLABMEDIANET

Penurunan laba bersih ini tidak lepas dari beberapa faktor krusial. Kontribusi dari Amman Mineral Internasional tercatat lebih rendah, diikuti oleh adanya penurunan nilai aset non-kas yang substansial. Selain itu, biaya pengeboran sumur kering (dry hole) di Blok PSC Beluga turut membebani kinerja keuangan. Tekanan semakin diperparah dengan tren pelemahan harga komoditas global yang signifikan sepanjang tahun tersebut.

Laba Medco Energi Anjlok 72% di 2025, Namun Dividen Melonjak 19%! Terungkap Strategi Brilian MEDC di Tengah Badai Komoditas.
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kendati demikian, di tengah gejolak tersebut, Medco Energi berhasil mempertahankan stabilitas EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang mencapai USD 1,264 miliar. Pencapaian ini patut diapresiasi, mengingat rata-rata harga minyak global anjlok 15% dari USD 78 menjadi USD 67 per barel, sementara harga gas juga mengalami koreksi dari USD 7,0 menjadi USD 6,8 per mmbtu. Ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah tekanan pasar.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode kinerja yang kuat bagi perseroan dan para pemegang saham. "Total imbal hasil pemegang saham tahunan kami mencapai rekor 27 persen," ungkap Lorato dalam keterangannya yang diterima 55tv.co.id di Jakarta. Ia menambahkan bahwa perusahaan berhasil mengembalikan sebesar USD 110 juta kepada pemegang saham, seiring dengan tercapainya target produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd serta target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh. Ini mengindikasikan efisiensi operasional yang solid.

Belanja modal (Capex) perusahaan tercatat sebesar USD 437 juta, dengan biaya produksi minyak dan gas yang efisien, yakni USD 8,6 per barel setara minyak (boe), sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Peningkatan utang konsolidasi menjadi USD 3,646 miliar dijelaskan sebagai langkah strategis untuk membiayai akuisisi FPSO Marlin Natuna serta mengakselerasi pengembangan proyek-proyek energi terbarukan yang menjadi fokus jangka panjang perusahaan.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA yang stabil di angka 2,0 kali menunjukkan pengelolaan keuangan yang pruden. Likuiditas perusahaan tetap terjaga kuat, tercermin dari posisi kas sebesar USD 633 juta pada akhir tahun 2025. Sebagai bentuk komitmen kepada investor, Medco Energi juga mengumumkan pembagian dividen sebesar USD 80 juta, atau setara Rp 53,4 per saham, sebuah peningkatan signifikan 19% dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan kepercayaan manajemen terhadap prospek masa depan perusahaan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar