Misteri Uang Rp100 Ribu Buruan Kolektor

Misteri Uang Rp100 Ribu Buruan Kolektor

55tv.co.id – Fenomena unik tengah menyelimuti peredaran uang rupiah di tengah masyarakat. Belakangan ini, muncul isu mengenai uang kertas pecahan Rp100 ribu yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi barang langka yang sangat diburu. Kabar ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat mengenai status keabsahan uang tersebut dalam transaksi sehari-hari.

COLLABMEDIANET

Menanggapi kegaduhan yang berkembang, Bank Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi resmi. Pihak otoritas moneter menegaskan bahwa uang rupiah yang mencantumkan tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memiliki nilai yang sah. Tidak ada perbedaan nilai antara uang tersebut dengan uang rupiah lainnya yang beredar di masyarakat.

Misteri Uang Rp100 Ribu Buruan Kolektor
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, memberikan jaminan bahwa pergantian pejabat di tubuh Bank Indonesia sama sekali tidak memengaruhi fungsi uang kertas tersebut. Menurutnya, selama uang tersebut merupakan uang resmi yang diterbitkan oleh negara, maka nilainya tetap sesuai dengan nominal yang tertera pada lembaran uang tersebut.

"Sepanjang uang tersebut masih berlaku, nilainya tetap sesuai dengan nominal yang tercantum dan fungsinya tetap sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," tegas Ricky dalam keterangannya saat konferensi pers pasca-Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (23/9/2026).

Ricky menjelaskan bahwa fenomena perburuan uang dengan tanda tangan pejabat tertentu ini sebenarnya merupakan bagian dari dinamika hobi numismatik. Numismatik sendiri adalah kegiatan mengoleksi benda-benda berupa uang, baik itu koin maupun uang kertas, yang memiliki nilai sejarah atau keunikan tertentu.

Menurut pengamatan BI, minat masyarakat dalam mengoleksi uang rupiah sangatlah beragam. Ada kolektor yang mencari uang berdasarkan tahun emisi tertentu, ada pula yang mencari uang dengan tahun cetak yang bertepatan dengan tahun kelahiran mereka. Selain itu, faktor desain, keunikan nomor seri yang dianggap "cantik", hingga tanda tangan pejabat yang menjabat pada periode tertentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu uang unik ini.

Meskipun nilai nominalnya tetap sama, dalam pasar kolektor atau komunitas numismatik, uang dengan ciri khusus seperti tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa ini bisa memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi daripada nilai nominal aslinya. Hal ini murni karena faktor kelangkaan dan nilai historis bagi para kolektor, bukan karena perubahan nilai tukar dari bank sentral.

Dengan adanya penjelasan ini, Bank Indonesia berharap masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau bingung saat melakukan transaksi menggunakan uang tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan uang rupiah sesuai dengan fungsinya sebagai alat pembayaran yang sah dan tidak perlu merasa ragu akan keabsahannya meskipun terdapat perbedaan tanda tangan pejabat di dalamnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar