Pinjol Menggila! Saldo Tembus Rp80 Triliun, Tapi Kok Kredit Macet Makin Parah?

Pinjol Menggila! Saldo Tembus Rp80 Triliun, Tapi Kok Kredit Macet Makin Parah?

55 NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa pinjaman online (pinjol) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Per April 2025, nilai outstanding pinjol mencapai Rp80,94 triliun, melonjak 28,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Namun, di balik pertumbuhan yang pesat ini, tersimpan kekhawatiran mengenai kualitas kredit yang semakin memburuk.

COLLABMEDIANET

Agusman, Anggota Dewan Komisioner OJK yang juga bertindak sebagai Pengawas Lembaga Pembiayaan, mengungkapkan bahwa tingkat wanprestasi atau kredit macet (TWP90) juga mengalami peningkatan. "TWP90 berada di level 2,93% per April 2025, dibandingkan pada Maret sebesar 2,77%," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (4/6/2025). TWP90 merupakan indikator yang menunjukkan persentase pinjaman yang gagal dibayar oleh peminjam dalam jangka waktu lebih dari 90 hari.

 Pinjol Menggila! Saldo Tembus Rp80 Triliun, Tapi Kok Kredit Macet Makin Parah?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain pinjol konvensional, layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan juga mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Per April 2025, total pembiayaan BNPL mencapai Rp8,24 triliun, tumbuh 47,11% (yoy).

Meskipun demikian, kualitas kredit secara keseluruhan menunjukkan penurunan. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) gross yang naik menjadi 3,74% dari 3,48% pada bulan Maret. Sementara itu, total piutang pembiayaan oleh perusahaan multifinance mengalami kenaikan sebesar 3,67% (yoy) menjadi Rp504,18 triliun.

Di sisi lain, rasio NPF gross April tercatat sebesar 2,43%, sedikit menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 2,71%. NPF net juga mengalami sedikit kenaikan, dari 0,80% pada Maret menjadi 0,82% pada April 2025. Gearing ratio tercatat turun menjadi 2,23 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yaitu 10 kali.

Sektor modal ventura juga mengalami pertumbuhan, meskipun tidak terlalu signifikan. Pembiayaan modal ventura hingga akhir April tercatat naik tipis 1,04% (yoy) menjadi Rp16,49 triliun. Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Maret 2025) yang mencapai Rp16,73 triliun, terjadi sedikit penurunan.

Pertumbuhan pinjol yang pesat diiringi dengan peningkatan kredit macet menjadi perhatian serius bagi OJK. Otoritas akan terus memantau perkembangan sektor ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi konsumen. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan layanan pinjol, serta mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar