RI Banjir Cuan! Singapura Gelontorkan Rp815 Triliun Demi Listrik Hijau, Apa Saja Keuntungannya?

RI Banjir Cuan! Singapura Gelontorkan Rp815 Triliun Demi Listrik Hijau, Apa Saja Keuntungannya?

55 NEWS – Indonesia siap menjadi eksportir listrik bersih berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) ke Singapura, sebuah langkah strategis yang diprediksi akan mendatangkan keuntungan berlipat ganda bagi perekonomian nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa proyek ambisius ini berpotensi menarik investasi hingga USD30-USD50 miliar atau setara dengan Rp815 triliun. Investasi jumbo ini akan difokuskan pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), manufaktur panel surya, dan Battery Energy Storage System (BESS).

COLLABMEDIANET

Kapasitas ekspor listrik EBT lintas batas ke Singapura diperkirakan mencapai 3,4 gigawatt (GW). Guna memenuhi permintaan tersebut, Kementerian ESDM memperkirakan akan membutuhkan 18,7 GW produksi panel surya dan 35,7 GWh produksi baterai.

 RI Banjir Cuan! Singapura Gelontorkan Rp815 Triliun Demi Listrik Hijau, Apa Saja Keuntungannya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa ekspor listrik bersih ini akan memicu pembangunan kawasan industri hijau di Kepulauan Riau (Kepri) oleh Singapura. Kesepakatan ini telah diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bahlil dan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng.

"Saya yakin hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Dalam proses panjang untuk menunjukkan komitmen antara pemerintah Singapura dan Indonesia dalam melakukan kerjasama pada energi hijau. Kita membangun kawasan industri hijau bersama di Kepri," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/6/2025).

Singapura berencana membangun kawasan industri hijau di Batam, Bintan, dan Karimun dengan nilai investasi di atas USD10 miliar. Kawasan industri ini akan sepenuhnya menggunakan energi hijau, sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin mengutamakan produk-produk ramah lingkungan.

"Sekarang dunia sedang mendorong untuk produknya itu semua harus memakai energi yang bersih. Nah kaitannya dengan kawasan industri yang akan dibangun, ini adalah satu kawasan dimana akan memakai energi yang bersih," pungkas Bahlil.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar