55 NEWS – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini sungguh mencengangkan. Mata uang Garuda berhasil mencatatkan penguatan signifikan, mencapai hampir 1% dalam sepekan! Kinerja impresif ini dipicu oleh sentimen positif dari pasar global yang cenderung mendukung aset berisiko.

Related Post
Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah memulai pekan lalu di level Rp16.604 per dolar AS pada Senin (12/5/2025). Namun, hingga penutupan perdagangan Jumat (16/5/2025), Rupiah berhasil menguat ke level Rp16.444 per dolar AS. Ini berarti apresiasi sebesar 0,96%! Kinerja positif juga terlihat pada kurs Jisdor Bank Indonesia, yang mencatat penguatan mingguan 0,65% ke level Rp16.424 per dolar AS. Secara harian, Rupiah spot bahkan menguat 0,51%, sementara Rupiah Jisdor naik 0,67%.

Bank Indonesia (BI) sendiri mencatat penutupan Rupiah pada level bid Rp16.510 per dolar AS pada Kamis lalu. Namun, pada pembukaan perdagangan berikutnya, Rupiah langsung dibuka menguat ke level bid Rp16.450 per dolar AS.
Penguatan Rupiah ini sejalan dengan pergerakan indeks dolar terhadap enam mata uang utama (DXY) yang mencapai level 100,88. Menurut Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, yang dikutip 55tv.co.id, meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China turut berperan dalam penguatan Rupiah. Kedua negara raksasa tersebut diketahui telah secara signifikan menurunkan tarif perdagangan mereka satu sama lain pekan ini. Hal ini menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mendorong aliran modal asing masuk ke Indonesia.
Penguatan Rupiah ini tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian Indonesia. Namun, para pelaku pasar tetap perlu mewaspadai berbagai faktor eksternal yang berpotensi mempengaruhi pergerakan nilai tukar ke depannya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar