55 NEWS – Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta seperti Shell dan BP-AKR. Kelangkaan ini memicu pertanyaan besar, apa yang sebenarnya terjadi? Bahkan, beberapa SPBU Shell dilaporkan mengalami kekosongan pasokan selama lebih dari seminggu, memaksa konsumen mencari alternatif di luar SPBU Pertamina.

Related Post
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. Berikut adalah rangkuman fakta-fakta terkait kelangkaan BBM di SPBU swasta yang berhasil dihimpun 55tv.co.id:

Menteri ESDM Angkat Bicara
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membantah adanya kelangkaan BBM di SPBU swasta. Ia menjelaskan bahwa kuota impor bagi pihak swasta telah dialokasikan setara dengan tahun 2024, bahkan ditambah 10 persen. Bahlil menyarankan agar SPBU swasta menjalin kerjasama business-to-business (B2B) dengan Pertamina jika membutuhkan tambahan kuota, mengingat cadangan BBM nasional masih mencukupi.
Pemerintah dan SPBU Swasta Duduk Bersama
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pemerintah akan segera membahas isu kelangkaan ini bersama Pertamina dan seluruh pengelola SPBU swasta. Kementerian ESDM berupaya menyeimbangkan kebutuhan impor SPBU swasta dengan neraca perdagangan, dengan mempertimbangkan data impor BBM dari Pertamina dan SPBU swasta.
Solusi: SPBU Swasta Diminta Beli ke Pertamina
Kementerian ESDM mengarahkan SPBU swasta untuk membeli BBM dari PT Pertamina sebagai solusi jangka pendek. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah telah meningkatkan alokasi impor BBM untuk SPBU swasta sebesar 10 persen. Jika masih kurang, mereka dapat membeli tambahan pasokan dari Pertamina.
Kementerian ESDM berencana memanggil operator SPBU swasta untuk menyinkronkan pengadaan BBM dalam negeri. Tujuannya adalah mengoptimalkan pasokan BBM dari Pertamina untuk memenuhi kebutuhan SPBU swasta. Laode juga menyoroti adanya pergeseran preferensi konsumen ke BBM dengan kualitas di atas RON 90, yang mengurangi ketergantungan pada BBM bersubsidi.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar