TERBONGKAR! Strategi ‘Senyap’ PNM Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim: Ratusan Ribu Pohon Ditanam, Ini Dampak Fantastisnya bagi Ekonomi dan Lingkungan!

TERBONGKAR! Strategi 'Senyap' PNM Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim: Ratusan Ribu Pohon Ditanam, Ini Dampak Fantastisnya bagi Ekonomi dan Lingkungan!

55 NEWS – JAKARTA – Di tengah ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan yang kian mendesak, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmen nyata melalui program ‘PNM Hijaukan Negeri’. Inisiatif ambisius ini telah berhasil menanam ratusan ribu pohon, bukan hanya sekadar aksi seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk memulihkan ekosistem sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

COLLABMEDIANET

Urgensi penanaman pohon tak bisa lagi ditawar. Peningkatan emisi karbon, degradasi lahan, serta ancaman bencana seperti banjir dan abrasi telah menuntut tindakan konkret. Pohon, sebagai paru-paru bumi, memegang peran vital dalam menstabilkan tanah, menyerap karbon dioksida, menjaga ketersediaan air, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Bukan hanya itu, nilai sosial dan ekonomi yang disumbangkan pohon juga tak kalah penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kesadaran akan hal ini telah mendorong Pemerintah Indonesia menetapkan 10 Januari sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon sejak 1993, sebuah momentum untuk terus menggaungkan pentingnya penghijauan.

TERBONGKAR! Strategi 'Senyap' PNM Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim: Ratusan Ribu Pohon Ditanam, Ini Dampak Fantastisnya bagi Ekonomi dan Lingkungan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Merespons tantangan tersebut dan sejalan dengan Gerakan Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon (GNP-SMP), PNM memperluas jangkauan aksinya. Hingga Desember 2025, total 374.839 pohon telah berhasil ditanam melalui program ‘PNM Hijaukan Negeri’. Angka ini merupakan akumulasi dari 287.761 pohon yang ditanam sepanjang tahun 2024 di 67 lokasi berbeda, ditambah 87.078 pohon yang ditargetkan pada tahun 2025. Dengan capaian ini, PNM memperkirakan potensi penyerapan karbon dioksida mencapai lebih dari 8.900 ton, sebuah kontribusi signifikan dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan tutupan vegetasi nasional.

Pendekatan PNM dalam memilih jenis pohon juga strategis, disesuaikan dengan karakteristik ekologi masing-masing wilayah. Untuk area pesisir, mangrove dan cemara laut menjadi pilihan utama. Lahan basah diperkaya dengan rambai dan jelutung rawa, sementara ruang publik dihiasi glodokan, trembesi, tabebuya, jambu mete, dan akar wangi. Tak berhenti di situ, PNM juga fokus pada penanaman pohon produktif seperti mangga, alpukat, durian, pala, kakao, dan kopi. Langkah ini bukan hanya demi konservasi, melainkan juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat, selaras dengan semangat GNP-SMP yang mendorong keterlibatan warga dalam pemanfaatan hasil hutan.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi erat dengan masyarakat lokal dan para nasabah PNM, menjadikannya sebuah gerakan kolektif yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan menanam beragam jenis pohon, baik untuk konservasi maupun produktivitas, PNM berharap dapat meningkatkan kualitas udara, memulihkan ekosistem pesisir yang rentan, serta menyediakan perlindungan alami yang efektif dari ancaman banjir dan abrasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera, di mana ekonomi dan ekologi berjalan beriringan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar