Terkuak! Saat IHSG Loyo, Laba Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Malah Meroket 21,5 Persen: Sinyal Emas Bagi Investor?

55 NEWS – Di tengah gejolak dan tekanan yang membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pasar modal Indonesia justru menunjukkan ketahanan fundamental yang mengejutkan. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa kinerja laba bersih emiten tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 21,5 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers penting yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, serta perwakilan dari Danantara Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat melakukan inspeksi mendadak di gedung BEI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Maret 2025.

COLLABMEDIANET

Nyoman Yetna menjelaskan bahwa dari total 957 perusahaan yang tercatat di BEI, mayoritas atau hampir 85 persen di antaranya telah berhasil menyampaikan laporan keuangan mereka. Data tersebut menjadi landasan kuat bagi optimisme pasar. "Secara fundamental, baik dari sisi net income maupun net profit, kami mencatat peningkatan yang impresif sebesar 21,5 persen," tegas Nyoman, menyoroti kekuatan fundamental perusahaan-perusahaan di bursa.

Terkuak! Saat IHSG Loyo, Laba Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Malah Meroket 21,5 Persen: Sinyal Emas Bagi Investor?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, pertumbuhan pasar modal tidak hanya tercermin dari kinerja emiten, tetapi juga dari sisi partisipasi investor. Nyoman Yetna memaparkan bahwa jumlah investor di pasar modal Indonesia telah melonjak drastis, kini mencapai angka 27 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap investasi di pasar saham.

Prospek masa depan pasar modal Indonesia juga tampak cerah dengan adanya 15 perusahaan yang saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk melakukan pencatatan saham perdana (IPO). Sebagian besar dari calon emiten ini merupakan perusahaan dengan skala besar yang akan masuk dalam kategori papan utama, menandakan potensi penambahan pilihan investasi berkualitas bagi para pelaku pasar. Peningkatan jumlah investor dan antrean IPO ini menjadi indikator kuat bahwa sisi permintaan di pasar modal terus bertumbuh, memperkuat ekosistem investasi nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar