Terkuak! Strategi Revolusioner BTN Wujudkan Puluhan Ribu Rumah Rendah Emisi: Dari Sampah Plastik Menuju Hunian Berkelanjutan, Ini Detail Mengejutkannya!

Terkuak! Strategi Revolusioner BTN Wujudkan Puluhan Ribu Rumah Rendah Emisi: Dari Sampah Plastik Menuju Hunian Berkelanjutan, Ini Detail Mengejutkannya!

55 NEWS – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengukuhkan posisinya sebagai pelopor perbankan berkelanjutan dengan ambisi besar: membiayai pembangunan 20.000 unit rumah rendah emisi hingga tahun 2026. Langkah strategis ini bukan sekadar target bisnis, melainkan manifestasi nyata dari komitmen perseroan dalam mengimplementasikan praktik green banking yang ramah lingkungan, demi menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang sekaligus berkontribusi signifikan pada pengurangan emisi karbon dan mitigasi perubahan iklim.

COLLABMEDIANET

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, BTN telah berhasil menyalurkan pembiayaan untuk 11.000 unit rumah rendah emisi. Proyek-proyek ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi. Setiyo menambahkan, "Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000," ujarnya pada Kamis (5/2/2026), seperti dilansir 55tv.co.id.

Terkuak! Strategi Revolusioner BTN Wujudkan Puluhan Ribu Rumah Rendah Emisi: Dari Sampah Plastik Menuju Hunian Berkelanjutan, Ini Detail Mengejutkannya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Inovasi Rumah Rendah Emisi Berbasis Daur Ulang

Program Rumah Rendah Emisi ini pertama kali diluncurkan BTN pada kuartal IV-2024. Kala itu, perseroan bersama sejumlah pengembang menargetkan pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi dalam kurun waktu tiga bulan, target yang berhasil terlampaui. Kini, program yang telah berjalan selama dua tahun ini didukung oleh sinergi dengan beberapa startup inovatif yang berfokus pada produksi material bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari limbah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis.

Sebut saja Rebrick, Plustik, dan Green Brick, yang secara aktif mengumpulkan sampah plastik seperti bungkus mi instan serta saset sabun dan sampo. Limbah ini kemudian diolah menjadi bahan bangunan esensial untuk lantai (flooring), paving, dan dinding, secara langsung berkontribusi pada pengurangan polusi dan sampah rumah tangga.

Setiyo menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menciptakan hunian berkelanjutan, tetapi juga menumbuhkan ekosistem startup baru di bidang daur ulang plastik. "Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik. Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat," imbuhnya. Ia mengakui bahwa dengan angka saat ini yang baru mencapai 11.000 unit, dukungan lebih banyak startup akan sangat krusial untuk mencapai target jutaan unit di masa mendatang, sebagaimana diwartakan 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar