55 NEWS – Jakarta – Era ketergantungan impor di sektor minyak dan gas (migas) tampaknya akan segera berakhir. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan tegas menyatakan bahwa industri penunjang migas domestik kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung strategis yang siap menggeser dominasi produk asing. Bahkan, sektor ini telah membuktikan kemampuannya menembus ketatnya persaingan pasar internasional, menandai babak baru kemandirian ekonomi nasional.

Related Post
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa penguatan sektor ini merupakan fondasi utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk-produk dari negara lain. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Sabtu (27/12/2025), Agus menyampaikan, "Industri penunjang migas di dalam negeri memegang peranan krusial sebagai penopang utama industri nasional. Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan pemanfaatan produk lokal semakin optimal, demi memperkokoh struktur industri kita dan meminimalisir ketergantungan pada barang impor."

Senada dengan pandangan tersebut, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyoroti kapabilitas industri nasional. Menurutnya, kemampuan Indonesia dalam memproduksi peralatan migas berteknologi tinggi yang memenuhi standar internasional adalah indikator jelas kesiapan bangsa untuk memangkas ketergantungan pada produk impor. Saat melakukan kunjungan ke fasilitas PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK) di Cikande, Serang, Setia Diarta menyatakan, "Industri penunjang migas kita telah menunjukkan daya saing yang kian meningkat, baik dari aspek teknologi, kualitas produk, maupun kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni."
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menciptakan efisiensi biaya dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas, memperkuat posisi Indonesia di kancah industri global. Dengan demikian, visi kemandirian industri nasional di sektor migas bukan lagi sekadar impian, melainkan target realistis yang sedang diwujudkan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar