55 NEWS – Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri di berbagai sektor. Salah satu wujudnya adalah pembangunan infrastruktur petrokimia di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang meliputi jetty, jaringan pipa, dan fasilitas propylene tank berkapasitas 3.000 ton. Proyek ini berlokasi di kawasan pabrik Polytama dan didukung pendanaan dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sejak Desember 2024. Selain itu, dibangun pula infrastruktur pendukung lainnya untuk memastikan kelancaran operasional dan distribusi produk petrokimia.

Related Post
Pendanaan dari IIF bertujuan untuk memperkuat industri petrokimia nasional. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi polypropylene plant milik Polytama sebesar 40.000 MTA, serta mendukung ekspansi produksi hingga 300.000 MTA yang saat ini dalam tahap EPC (Engineering, Procurement, and Construction).

Lebih dari sekadar peningkatan volume produksi, proyek ini diharapkan membawa dampak positif pada efisiensi rantai pasokan, integrasi logistik, dan ketahanan industri strategis dalam negeri. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan biaya logistik dapat ditekan dan daya saing produk petrokimia Indonesia di pasar global meningkat.
Chief Investment Officer IIF, M Ramadhan Harahap (Idhan), menyatakan bahwa keterlibatan IIF dalam proyek Polytama adalah wujud komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan infrastruktur strategis di sektor manufaktur, khususnya industri hilir yang memberikan nilai tambah tinggi.
"Proyek ini sejalan dengan mandat kami untuk memperkuat struktur industri nasional melalui pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kami mengapresiasi langkah Polytama dalam membangun ekosistem industri yang terintegrasi dan efisien," ujar Idhan di Jakarta, Jumat (13/6/2025). Pembangunan infrastruktur ini menjadi krusial untuk mendukung target hilirisasi yang dicanangkan pemerintah, serta menarik investasi lebih lanjut di sektor petrokimia. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan industri petrokimia di wilayah lain di Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar