55tv.co.id – Upaya memperkuat kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput terus digalakkan melalui berbagai inovasi sosial. Terbaru, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli secara resmi meresmikan Posyandu Lili yang telah melalui proses revitalisasi. Langkah nyata ini dilakukan di Dusun Purworejo, Kelurahan Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (21/10).

Related Post
Peresmian Posyandu Lili ini merupakan bagian integral dari rangkaian Program Desa BRILiaN yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain fokus pada layanan kesehatan, kegiatan ini juga memperkenalkan inisiatif Kebun Pangan Perempuan, sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah. Tampak hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan, Corporate Secretary BRI Dhanny, Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi. Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menangani isu kesehatan nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas Posyandu Lili secara konsisten oleh masyarakat setempat. Menurutnya, penguatan peran kader kesehatan di lapangan adalah kunci utama dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
"Saya menyambut baik inisiatif Program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Hargobinangun ini. Harapan saya, Posyandu Lili bisa terus aktif melayani warga dan menjadi tempat rutin bagi para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak-anak mereka," ujar Siti Hediati.
Lebih lanjut, politisi senior ini memberikan apresiasi tinggi kepada para kader posyandu yang telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Ia menyebut bahwa peran ibu-ibu kader sangat strategis, terutama dalam memantau pertumbuhan balita serta memberikan edukasi mengenai pentingnya kecukupan gizi keluarga.
"Ibu-ibu kader adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Mereka memiliki peran vital dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya nutrisi dan pola hidup sehat sejak dini," tambahnya.
Melalui revitalisasi Posyandu Lili dan integrasi dengan program kebun pangan, BRI Peduli berharap dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang mandiri di tingkat desa. Program ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan dengan memastikan setiap anak mendapatkan pemantauan gizi yang optimal pada masa-masa krusial pertumbuhan mereka.










Tinggalkan komentar