55tv.co.id – Pemerintah secara resmi mempercepat langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah. Langkah strategis ini diambil guna melindungi kawasan yang menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional serta memastikan target swasembada pangan dapat tercapai tanpa hambatan bencana alam.

Related Post
Upaya intensif ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga keterlibatan aktif masyarakat dan sektor swasta. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat merusak ekosistem lahan produktif.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah melakukan sinkronisasi kebijakan untuk memastikan pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah berjalan selaras dengan program ketahanan pangan nasional. Langkah ini juga merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 yang menekankan pada penguatan penegakan hukum terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa mitigasi karhutla di Kalimantan Tengah memiliki urgensi yang sangat tinggi. Menurutnya, pencegahan kebakaran harus diperkuat agar tidak mengganggu aktivitas pertanian dan produksi pangan di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Hanif saat memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya.
Salah satu fokus utama dalam penanganan ini adalah wilayah di sekitar bandar udara. Pemerintah tengah mengoptimalkan penanganan di area tersebut dengan menggunakan pendekatan zonasi berbasis lanskap. Model penanganan ini diharapkan dapat menjadi percontohan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Kalimantan Tengah guna mempercepat respons terhadap titik api.
"Kami mengoptimalkan penanganan karhutla di ring satu atau daerah yang berbatasan dengan bandara melalui pendekatan model zonasi berbasis lanskap. Model ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas di wilayah lain di Kalteng," ujar Hanif dalam keterangan resminya.
Dalam teknis di lapangan, penanganan karhutla melibatkan kekuatan besar, termasuk Manggala Agni, kelompok relawan, hingga pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Khusus di Palangka Raya, sebanyak 175 regu pemadam telah dikerahkan untuk berjaga di titik-titik rawan.
Untuk meningkatkan efektivitas, regu-regu pemadam ditempatkan secara strategis di zona-zona tertentu yang dekat dengan sumber air, seperti sumur bor. Strategi ini bertujuan agar mobilisasi personel dapat dilakukan dengan lebih cepat dan jangkauan pemadaman menjadi lebih luas.
Meski curah hujan mulai turun, Hanif mengingatkan agar kewaspadaan tidak menurun. Berdasarkan data BMKG, pola hujan normal diperkirakan baru akan terjadi pada akhir November mendatang. Oleh karena itu, seluruh sumber daya harus tetap dikerahkan untuk menuntaskan penanganan karhutla secara total.
Senada dengan pemerintah, Sekretaris Jenderal APHI, Purwadi Soeprihanto, menyatakan komitmen penuh dari sektor swasta untuk mendukung upaya ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian lahan di Kalimantan Tengah.








Tinggalkan komentar