55tv.co.id – Krisis air mulai menghantui sektor pertanian di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sebanyak 600 hektare lahan persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan air yang cukup parah. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga September 2026 mendatang, sehingga mengancam produktivitas petani setempat.

Related Post
Kekeringan yang melanda lahan pertanian ini menjadi perhatian serius pemerintah. Jika tidak segera ditangani, para petani terancam gagal panen atau bahkan tidak dapat memulai musim tanam baru karena ketiadaan sumber air yang memadai. Menanggapi situasi darurat tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah teknis guna menyelamatkan lahan pertanian warga.

Plt Kepala BBWS Citarum, Abdul Ghoni Majdi, menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata di tengah kesulitan yang dihadapi petani. Menurutnya, penanganan kekeringan ini tidak boleh ditunda dan harus dilakukan secara cepat serta konkret agar dampak ekonomi bagi masyarakat desa tidak semakin meluas.
"Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret," tegas Abdul dalam keterangan resminya pada Senin (28/9/2026).
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, BBWS Citarum telah mengoperasikan tiga unit pompa untuk mengalirkan air dari SP Kiwing menuju area persawahan yang terdampak. Proses pengaliran air ini dilakukan melalui tiga jalur selang besar guna memastikan distribusi air merata ke titik-titik lahan yang paling membutuhkan.
Selain mengandalkan sumber air dari Kali Kuwing, BBWS Citarum juga mengerahkan teknologi pompa bergerak atau mobile pump dengan kapasitas besar, yakni mencapai 500 liter per detik (lps), untuk mengambil air langsung dari Sungai Citarum. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air irigasi di lahan-lahan yang mengalami kekeringan ekstrem.
Upaya penguatan infrastruktur air ini semakin masif dengan adanya dukungan dari BBWS Cilicis. Mereka telah mengirimkan bantuan berupa dua unit mobile pump tambahan yang masing-masing memiliki kapasitas 80 lps. Penambahan armada pompa ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi air dari Sungai Citarum menuju hamparan sawah milik petani di Desa Karangharja.
Pihak BBWS Citarum berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta jajaran pengelola sumber daya air terus diperkuat guna memastikan ketersediaan air tetap terjaga hingga masa tanam selesai. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para petani untuk kembali mengolah lahan mereka dan menjaga ketahanan pangan di wilayah Bekasi.










Tinggalkan komentar