Harga BBM Nonsubsidi Bakal Naik Oktober Ini

Harga BBM Nonsubsidi Bakal Naik Oktober Ini

55tv.co.id – Kabar kurang sedap bagi para pemilik kendaraan pribadi yang mengandalkan bahan bakar jenis nonsubsidi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kuat bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi berpotensi mengalami kenaikan kembali pada 1 Oktober 2026 mendatang. Langkah ini diprediksi menjadi konsekuensi logis dari fluktuasi harga minyak mentah di pasar global yang terus menunjukkan tren penguatan.

COLLABMEDIANET

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia memang dirancang untuk mengikuti dinamika pasar internasional. Hal ini berarti, harga jual di tingkat domestik sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia yang berlaku secara real-time. Namun, ia juga memberikan catatan bahwa kebijakan ini bersifat dua arah; jika harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga BBM nonsubsidi pun memiliki peluang untuk ikut turun.

Harga BBM Nonsubsidi Bakal Naik Oktober Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Untuk jenis nonsubsidi, mekanismenya menyesuaikan dengan harga pasar. Kami memantau rata-rata pergerakan harga minyak dunia dalam kurun waktu satu bulan untuk menentukan besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi nantinya," ungkap Yuliot saat memberikan keterangan kepada media di kawasan TMP Kalibata pada Selasa (29/9/2026).

Hingga saat ini, pihak kementerian masih melakukan perhitungan mendalam untuk menentukan angka pasti kenaikan tersebut. Proses penghitungan ini dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan volatilitas harga minyak mentah dunia yang sedang mengalami lonjakan. Berdasarkan data terbaru, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman November tercatat naik sebesar 1,22 persen, menyentuh angka USD106,56 per barel.

Kenaikan ini juga diikuti oleh jenis minyak West Texas Intermediate (WTI) yang mengalami kenaikan sekitar 1 persen, sehingga harganya kini berada di level USD93,57 per barel. Kondisi pasar global yang sedang memanas inilah yang menjadi faktor utama di balik potensi penyesuaian harga di dalam negeri.

Yuliot menambahkan bahwa kemungkinan adanya penyesuaian harga bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat keterikatan erat antara pasar domestik dengan kondisi geopolitik dan ekonomi global. Masyarakat diharapkan dapat bersiap menghadapi kemungkinan perubahan harga ini di awal bulan depan.

Meskipun kenaikan ini memberikan tekanan tambahan bagi daya beli masyarakat, pemerintah menekankan bahwa penyesuaian pada sektor nonsubsidi merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan fiskal dan memastikan ketersediaan pasokan energi tetap terjaga. Pemerintah terus memantau situasi secara ketat agar setiap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar