• Terungkap! 5 Negara Arab Ini Kuasai Pasar Minyak Dunia, Siapa Nomor 1?
  • Selain Arab Saudi, Negara Arab Mana Saja yang Jadi Raja Minyak Dunia?
  • Gambar Istimewa : img.okezone.com
  • Minyak Masih Berjaya! Inilah 5 Negara Arab dengan Produksi Terbesar
  • Arab Saudi Bukan Satu-satunya! Ini Dia 5 Negara Arab Penghasil Minyak Terbesar
  • Artikel Berita:

    COLLABMEDIANET

    55 NEWS – Di tengah hiruk pikuk transisi energi global, lima negara Arab ini masih menjadi kekuatan utama dalam produksi minyak bumi. Ladang-ladang minyak di Jazirah Arab terus memompa jutaan barel minyak mentah setiap hari, menjadikan kawasan ini sebagai penentu stabilitas energi dunia. Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar secara kolektif menyumbang hampir seperlima dari total pasokan minyak global.

    Mari kita telusuri lebih dalam mengenai kelima negara tersebut, menelisik volume produksi mereka, dan bagaimana masing-masing negara berupaya menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan tuntutan keberlanjutan:

    1. Arab Saudi: Sebagai produsen minyak terbesar di kawasan, Arab Saudi mencatatkan produksi sekitar 9,0 juta barel per hari (bph) pada April 2025. Cadangan raksasa Ghawar memberikan Kerajaan kemampuan spare capacity yang signifikan, memungkinkan mereka untuk dengan cepat meningkatkan produksi saat harga melonjak. Melalui program Saudi Vision 2030, Riyadh juga berinvestasi dalam pelatihan teknisi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing di industri hulu.

    2. Irak: Dengan produksi sekitar 3,66 juta bph, Irak mengandalkan ladang Rumaila dan West Qurna sebagai tulang punggung produksinya. Stabilitas politik yang belum sepenuhnya pulih seringkali menghambat peningkatan infrastruktur pipa di negara ini. Serikat pekerja di Basra terus mendorong peningkatan fasilitas kesehatan dan keselamatan di sekitar rig, setara dengan standar internasional.

    3. Uni Emirat Arab (UEA): Setelah kenaikan kuota OPEC+ pada April 2025, UEA memproduksi sekitar 2,91 juta bph. ADNOC, perusahaan minyak nasional UEA, aktif menggunakan teknologi injeksi CO₂ untuk meningkatkan recovery rate sambil menekan emisi. Inisiatif "Train for Transition" mempersiapkan operator rig untuk menjadi teknisi hidrogen dan energi surya, menunjukkan komitmen UEA terhadap ekonomi rendah karbon.

    4. Kuwait: Produksi Kuwait mencapai sekitar 2,42 juta bph, sebagian besar berasal dari ladang Burgan, salah satu ladang minyak terbesar di dunia. Pemerintah Kuwait menargetkan flaring net-zero pada tahun 2030 dan menawarkan beasiswa geologi dengan kewajiban bagi lulusan untuk mengabdi di daerah asal, memastikan manfaat minyak dirasakan hingga tingkat desa.

    5. Qatar: Meskipun produksi minyak Qatar relatif kecil dibandingkan dengan ekspor LNG-nya, yaitu sekitar 1,32 juta bph, namun tetap krusial bagi pendapatan negara. Di Al-Shaheen dan Dukhan, QatarEnergy meningkatkan enhanced oil recovery untuk memaksimalkan potensi ladang-ladang tua. Pemerintah Doha juga menetapkan target ambisius, yaitu 30% tenaga kerja hulu migas adalah perempuan pada tahun 2030, tertinggi di Timur Tengah.

    Editor: Akbar soaks

    Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

    Tags:

    Ikutikami :

    Tinggalkan komentar