55 NEWS – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Republik Indonesia telah menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) strategis dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC). Kesepakatan yang terjalin di Jakarta ini menandai langkah maju dalam penguatan ekosistem industri perikanan dan ekonomi kerakyatan, dengan koperasi sebagai tulang punggungnya. Inisiatif ini diharapkan mampu membawa transformasi signifikan bagi sektor maritim Indonesia.

Related Post
Secara spesifik, kerja sama ini mencakup enam poin krusial yang dirancang untuk mengoptimalkan peran koperasi dalam mendongkrak potensi ekonomi di sektor perikanan dan kelautan. Enam MoU tersebut meliputi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Koperasi, Proyek Pabrik Es dan Cold Storage Berbasis Koperasi, pengembangan Gudang Ikan Modern, Pemberdayaan Galangan Kapal yang Dikelola Oleh Koperasi, Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan serta Pengembangan Usaha Koperasi di Sektor Perikanan, serta Sinergi Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi di Kawasan Perikanan. Cakupan yang komprehensif ini menunjukkan komitmen serius kedua belah pihak dalam membangun rantai nilai perikanan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping pada tahun sebelumnya. Fokus utama dari kerja sama ekonomi ini adalah pengembangan sektor perikanan dan kemaritiman melalui pemberdayaan koperasi. "Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, di dalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan," ujar Menkop pada Jumat (13/3/2026), sebagaimana dilansir 55tv.co.id.
SCO-ETEC, bersama dengan mitra-mitra perusahaan dari Tiongkok, akan memberikan dukungan penuh dalam pembangunan fasilitas-fasilitas vital. Fasilitas tersebut mencakup pabrik es batu, fasilitas cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini. Proyek-proyek ini secara khusus akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa Indonesia, dengan lebih dari dua pertiga wilayahnya berupa lautan, memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa besar. Sektor perikanan memegang peranan vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional, memperkuat struktur ekonomi negara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, ironisnya, Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah pesisir yang notabene merupakan lumbung pangan maritim. Oleh karena itu, upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan sumber daya alam ini menjadi krusial guna menanggulangi permasalahan kemiskinan.
"Dengan penandatanganan ini, kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir, terutama para nelayan di Indonesia," pungkasnya. Inisiatif ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir Indonesia, membawa harapan baru bagi jutaan nelayan dan masyarakat maritim.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar