Dampak El Nino Ancam Pasokan Listrik Nasional

Dampak El Nino Ancam Pasokan Listrik Nasional

55tv.co.id – Fenomena iklim El Nino yang ekstrem mulai memberikan dampak nyata terhadap stabilitas energi nasional. Salah satu sektor yang paling terdampak secara signifikan adalah sektor kelistrikan, khususnya pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kekeringan panjang yang dipicu oleh fenomena ini menyebabkan debit air di berbagai bendungan menurun drastis, yang berujung pada merosotnya kemampuan produksi listrik secara masif.

COLLABMEDIANET

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Sulawesi bagian selatan. Berdasarkan data terbaru, kapasitas produksi listrik dari sektor PLTA di wilayah tersebut dilaporkan menyusut hingga angka 650 Megawatt (MW). Penurunan kapasitas yang cukup besar ini menjadi sinyal waspada bagi ketahanan energi di kawasan tersebut, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik yang stabil sangatlah tinggi.

Dampak El Nino Ancam Pasokan Listrik Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi situasi kritis ini, PT PLN (Persero) bergerak cepat dengan menyiapkan langkah mitigasi strategis. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengupayakan solusi melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi baterai.

"Memang dengan adanya kondisi El Nino ini, kapasitas PLTA menjadi sangat berkurang. Sebagai contoh, di Sulawesi bagian selatan saja kapasitasnya berkurang sekitar 650 MW," ujar Darmawan saat ditemui di sela-sela acara Electricity Connect 2026 di Tangerang Selatan, Selasa (22/9/2026).

Langkah penguatan melalui PLTS dan BESS ini bukan sekadar penambahan infrastruktur biasa, melainkan bagian dari strategi natural hedging. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan energi secara alami. Ketika musim kemarau tiba dan produksi PLTA menurun akibat minimnya curah hujan, energi dari matahari yang melimpah selama musim kering dapat dialihkan untuk menutupi kekurangan tersebut. Kehadiran teknologi baterai (BESS) menjadi kunci agar energi surya yang dihasilkan dapat disimpan dan digunakan secara stabil kapan saja dibutuhkan.

Darmawan menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral serta Dirjen Tenaga Listrik. Transformasi menuju energi terbarukan yang lebih variatif diharapkan dapat meminimalisir risiko ketergantungan pada satu jenis sumber energi saja, terutama yang sangat bergantung pada faktor cuaca seperti air.

Selain Sulawesi, tantangan El Nino juga dirasakan oleh sistem kelistrikan di berbagai daerah lain di Indonesia. PLN menyatakan sedang melakukan penanganan secara bertahap dan menyeluruh. Upaya tersebut mencakup pembenahan tata kelola distribusi hingga penyelesaian kendala teknis pada sejumlah pembangkit listrik yang terdampak.

"Untuk di daerah-daerah lain juga menghadapi tantangan saat ini dengan adanya El Nino. Kami hadapi satu per satu," pungkas Darmawan, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga agar krisis iklim tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar