55 NEWS – Sinergi luar biasa antara Danantara Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana. Kali ini, fokus perhatian tertuju pada Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang baru-baru ini dilanda banjir bandang dan tanah longsor parah. Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, secara langsung memimpin penyaluran bantuan krusial bagi masyarakat terdampak.

Related Post
Aceh Tamiang, salah satu wilayah di Sumatera yang paling parah merasakan dampak bencana hidrometeorologi tersebut, menjadi prioritas utama. Bantuan disalurkan melalui Posko BUMN Peduli yang strategis di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, serta diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, menegaskan koordinasi yang solid antara entitas BUMN dan pemerintah daerah.

Tidak hanya berhenti pada penyaluran logistik, BRI juga mengerahkan ratusan relawan tanggap bencana yang terjun langsung ke berbagai titik terdampak. Dony Oskaria menekankan bahwa kehadiran BUMN, melalui gerakan bersama Danantara Indonesia, bukan sekadar respons insidental, melainkan manifestasi tanggung jawab negara terhadap rakyatnya. "BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara," tegas Dony, seperti dilansir 55tv.co.id.
Senada dengan Dony, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa sejak awal insiden, BRI telah mengaktifkan unit kerja terdekat untuk melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan secara cepat dan akurat. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan relevan dan efektif, tidak hanya untuk tanggap darurat, tetapi juga untuk fondasi pemulihan jangka panjang.
Komitmen BRI melampaui fase darurat. Hery Gunardi menegaskan bahwa program BRI Peduli akan menjadi tulang punggung dalam mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang. Ini bukan hanya tentang membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan denyut nadi ekonomi masyarakat agar dapat bangkit dan kembali beraktivitas secara mandiri.
Secara konkret, program BRI Peduli akan memfokuskan renovasi infrastruktur vital. Di Provinsi Aceh, rencana mencakup perbaikan fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta peningkatan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, fokus akan diarahkan pada renovasi sekolah dasar/negeri dan puskesmas yang terdampak, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi. Langkah-langkah ini menunjukkan investasi signifikan dalam modal sosial dan fisik, yang krusial bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional pascabencana.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar