55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberantas peredaran barang ilegal di pasar domestik. Setelah sukses menertibkan bisnis thrifting ilegal, pemerintah kini membidik sektor baja dan sepatu ilegal sebagai target berikutnya. Hal ini disampaikan Purbaya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Related Post
Purbaya menjelaskan bahwa langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi para pelaku bisnis lokal. Dengan memberantas barang ilegal, diharapkan pangsa pasar domestik dapat lebih dikuasai oleh produk-produk dalam negeri, sehingga meningkatkan penjualan dan profitabilitas pengusaha lokal.

"Saya tidak peduli dengan thrifting-nya, yang penting baju bekas ilegal masuk, kita tutup. Setelah ini baja, lalu sepatu, dan produk-produk ilegal lainnya," ujar Purbaya di hadapan para pengusaha Kadin. Ia menambahkan, keberhasilan pemberantasan barang ilegal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengusaha untuk taat membayar pajak, sehingga tercipta simbiosis mutualisme yang menguntungkan bagi semua pihak.
Menurut Purbaya, dominasi produk asing di pasar domestik dapat menghambat pertumbuhan bisnis lokal. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menjaga perbatasan dari masuknya barang-barang ilegal. Ia menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Purbaya membandingkan strategi pertumbuhan ekonomi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di era SBY, pertumbuhan ekonomi didorong oleh sektor swasta, sehingga mampu mencapai rata-rata 6 persen. Sementara di era Jokowi, fokus pembangunan infrastruktur menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi, dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar