55 NEWS – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan proyeksi optimistis terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lembaga keuangan ini memprediksi ekonomi Tanah Air berpotensi melesat hingga 5,2% pada tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk penguatan konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi yang berkelanjutan, serta implementasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif oleh pemerintah.

Related Post
Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa sinyal-sinyal positif telah terlihat dari berbagai data ekonomi terkini. Hal ini, menurutnya, meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi Indonesia di masa depan. "Perbaikan ini menandakan pulihnya persepsi masyarakat terhadap prospek ekonomi, sekaligus membuka ruang akselerasi pada 2026," ujar Andry dalam presentasi Macro Economic Outlook 4Q2025.

Indikasi pemulihan tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang melonjak ke level 53,3, menunjukkan ekspansi sektor manufaktur. Selain itu, indeks keyakinan konsumen juga mencapai titik tertinggi dalam lima bulan terakhir, menandakan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Tim ekonom Bank Mandiri meyakini bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tidak lepas dari efektivitas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dan otoritas moneter. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai krusial dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III 2025 yang mencapai 5,04% dan inflasi yang berhasil dijaga di level 2,7% menjadi bukti nyata fundamental ekonomi Indonesia yang solid. "Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi jangkar kestabilan, sekaligus menyiapkan fondasi peningkatan aktivitas ekonomi tahun depan," jelas Andry.
Meskipun tekanan eksternal sempat memicu arus modal keluar (outflow) dan pelemahan nilai tukar rupiah, Bank Mandiri menilai respons pemerintah dan Bank Indonesia (BI) cukup efektif dalam menjaga keseimbangan pasar keuangan. Kenaikan belanja pemerintah, stabilitas pasar obligasi, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai rekor tertinggi (all-time high) menjadi indikator kepercayaan investor domestik yang kuat terhadap perekonomian Indonesia. Informasi ini dikutip dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar