Peringatan Dini Ekonomi? IHSG Terjun Bebas 4,7%, Rp14 Ribu Triliun Menguap! Namun, Gerak-Gerik Investor Asing Mengejutkan!

Peringatan Dini Ekonomi? IHSG Terjun Bebas 4,7%, Rp14 Ribu Triliun Menguap! Namun, Gerak-Gerik Investor Asing Mengejutkan!

55 NEWS – Pasar modal Indonesia dilanda sentimen negatif sepanjang pekan pertama Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau tertekan hebat, anjlok signifikan sebesar 4,73% dan ditutup pada level 7.935,260. Kondisi ini sontak memangkas nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga triliunan rupiah, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

COLLABMEDIANET

Menurut P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Alit Nityaryana, pergerakan IHSG memang menunjukkan koreksi tajam. "Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan pada pekan ini, yaitu sebesar 4,73% sehingga ditutup pada level 7.935,260, dari posisi 8.329,606 pada pekan lalu," jelas Alit dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id, Sabtu (7/2/2026). Data perdagangan BEI periode 2–6 Februari 2026 menjadi saksi bisu atas pelemahan ini.

Peringatan Dini Ekonomi? IHSG Terjun Bebas 4,7%, Rp14 Ribu Triliun Menguap! Namun, Gerak-Gerik Investor Asing Mengejutkan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sejalan dengan pelemahan IHSG, nilai kapitalisasi pasar bursa juga tidak luput dari tekanan. Angka tersebut terkontraksi 4,69%, menyusut dari Rp15.046 triliun menjadi Rp14.341 triliun. Artinya, sekitar Rp705 triliun nilai pasar saham "menguap" dalam satu pekan perdagangan, sebuah angka yang cukup substansial dan patut dicermati oleh para investor dan pengamat ekonomi.

Menariknya, di tengah sentimen negatif yang mendominasi, investor asing justru menunjukkan pergerakan yang kontras. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026), mereka terpantau mencatatkan nilai beli bersih (net buy) yang cukup signifikan. "Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2–6 Februari 2026 ditutup dengan total nilai beli bersih oleh investor asing pada hari ini sebesar Rp944,31 miliar," imbuh Alit.

Namun, perlu dicatat bahwa akumulasi sejak awal tahun (year-to-date), investor asing masih membukukan nilai jual bersih (net sell) yang substansial, mencapai Rp11,02 triliun. Fenomena ini mengindikasikan adanya strategi jangka pendek yang berbeda dengan tren investasi jangka panjang mereka di pasar modal Indonesia, memunculkan pertanyaan tentang prospek pasar ke depan di tengah volatilitas global dan domestik yang masih membayangi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar